News Update

Naik 3,2 Persen, CIMB Niaga Raup Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I 2025

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba secara konsolidasian sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal I/2025, naik 3,2 persen secara tahunan (year-on-year /yoy).

Pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,23 triliun, tumbuh 6,65 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp5,84 triliun. 

Di lain sisi, beban bunga BNGA tercatat Rp 2,91 triliun, naik 13,8 persen dari Rp2,59 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Dengan begitu, pendapatan bunga bersih perseroan Rp3,31 triliun hingga akhir Maret 2025.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit CIMB Niaga tumbuh 8,7 perse yoy menjadi Rp230,1 triliun. Realisasi kredit didorong oleh kinerja yang baik dari tiga segmen utama, yakni perbankan korporasi mencapai pertumbuhan 13,7 persen yoy

Kemudian, kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 7,6 persen yoy dan perbankan konsumer 5,5 persen yoy. Kenaikan di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 27,9 persen yoy.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 1,85 persen dari 2,17 persen pada periode yang sama tahun lalu. Adapun NPL net tercatat 1,88 persen, membaik dari sebelumnya 2,17 persen.

Baca juga : Perkuat Transformasi Digital, CIMB Niaga Buka Digital Branch di Denpasar

Hal ini turut mendongkrak total aset konsolidasian menjadi Rp371,0 triliun per 31 Maret 2025. Adapun, Total Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp254,2 triliun atau naik 2,5 persen yoy, dengan rasio current account and savings account (CASA) yang baik sebesar 67,4 persen. 

CASA meningkat sebesar 7,0 persen yoy, yang didorong oleh hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus peningkatan layanan digital.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja positif di awal tahun 2025 tak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan strategi prioritas. 

“Kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan dengan prinsip kehati-hatian dan investasi strategis untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang,” katanya, dikutip Selasa, 29 April 2025.

Lanjutnya, dalam menghadapi kondisi yang semakin dinamis saat ini, BNGA tetap berkomitmen untuk memberikan nilai berkelanjutan kepada seluruh stakeholders, termasuk nasabah, pemegang saham, dan masyarakat luas. 

“Melalui inovasi digital dan strategi yang berfokus pada nasabah, kami berupaya untuk menjadi Bank yang senantiasa menyediakan layanan yang Simpler, Better dan Faster. Dengan fokus ini, CIMB Niaga berada dalam posisi yang solid untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” terangnya.

CIMB Niaga Syariah

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (“UUS”) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp59,0 triliun dan DPK sebesar Rp50,2 triliun per 31 Maret 2025. 

Baca juga : Laba J Trust Bank Melejit, Nyaris Dua Kali Lipat di Q1 2025

Adapun pertumbuhan pembiayaan signifikan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.

“Kami terus menjadikan sustainability sebagai salah satu prioritas utama kami, di mana hampir 25% dari total pembiayaan Bank (setara dengan Rp56,6 triliun) mendukung transisi yang berkeadilan, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Menurutnya, komitmen ini ditunjukkan melalui terpilihnya CIMB Niaga sebagai salah satu dari tujuh bank yang mewakili industri perbankan nasional dalam mendukung target net zero emission (NZE) Indonesia, sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Sejalan dengan komitmen ini, kami juga berpartisipasi dalam peresmian perdagangan karbon internasional di Bursa Karbon Indonesia pada Januari tahun ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

3 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

3 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

4 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

14 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

15 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

15 hours ago