Poin Penting:
- Nanik S Deyang mundur sebagai Kepala BGN setelah sekitar 1,5 bulan menjabat karena alasan kesehatan.
- Selama memimpin, ia mengevaluasi hampir 28.000 SPPG, mengklasifikasikan 3.000 dapur, dan mengganti pejabat eselon I.
- Nanik menegaskan Program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak sekaligus mendukung ekonomi petani dan peternak.
Jakarta – Nanik S Deyang mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah hanya sekitar 1,5 bulan memimpin. Meski singkat, ia meninggalkan sejumlah pembenahan yang diklaim menjadi fondasi reformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengunduran diri itu diumumkan melalui akun media sosial resminya pada Rabu (22/7). Keputusan tersebut diambil karena Nanik harus menjalani pengobatan jantung.
Sebelum mundur, ia menegaskan tetap akan mengawal keberlanjutan Program MBG. Menurutnya, program itu penting untuk memperbaiki gizi anak Indonesia.
Baca juga: Breaking News! Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala BGN
Nanik S Deyang Tinggalkan Fondasi Reformasi BGN
Selama memimpin BGN, Nanik S Deyang mengklaim telah membongkar berbagai persoalan di internal lembaga. Ia juga menyiapkan langkah awal untuk memperbaiki tata kelola program.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan pengunduran diri tersebut. Ia menyebut kondisi kesehatan menjadi alasan utama.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza, dikutip Antara, Rabu (22/7).
Menurutnya, dalam waktu sekitar satu setengah bulan, Nanik berhasil meletakkan fondasi reformasi. Pembenahan itu mencakup evaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN juga mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu. Selain itu, ekspansi dapur di wilayah yang sudah jenuh dihentikan.
Nanik juga menyebut telah mengganti pejabat eselon I. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kelembagaan BGN.
Program MBG Diklaim Berdampak bagi Anak dan Petani
Di tengah pengunduran dirinya, Nanik S Deyang menepis anggapan bahwa Program MBG bermuatan politik. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar.
“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos,” ujarnya.
Ia mengatakan manfaat MBG juga dirasakan pelaku usaha di sektor pangan. Program itu meningkatkan penyerapan hasil petani dan peternak.
“Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh,” katanya.
Baca juga: Profil Kepala BGN Nanik S Deyang, Lulusan Biologi Berharta Rp6,3 Miliar
Pergantian Pejabat Dilanjutkan untuk Perkuat Tata Kelola
Proses pembenahan organisasi berlanjut setelah pergantian pejabat eselon I. Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan lima pejabat baru.
“Kemarin sore kami menerima keputusan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto mengenai pengangkatan para deputi di lingkungan BGN. Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG,” kata Agustina.
Ia menegaskan tim baru akan memperkuat pengelolaan anggaran MBG. Tata kelola diharapkan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Meski masa jabatannya hanya sekitar 1,5 bulan, Nanik S Deyang menyatakan tetap mendukung keberlanjutan Program MBG. Fondasi yang telah dibangun diharapkan menjadi pijakan bagi perbaikan BGN ke depan. (*)
Editor: Galih Pratama


