Poin Penting
- MR D.I.Y. meresmikan waste station di Blok M bersama Rekosistem untuk mendorong pemilahan sampah di ruang publik, dengan kapasitas hingga 150 kg per hari
- Inisiatif ini melanjutkan program lingkungan perseroan, yang sepanjang 2025 telah mengelola ribuan kilogram sampah, memanfaatkan limbah karton, dan memperkuat bank sampah
- Kehadiran waste station mendapat apresiasi berbagai pihak sebagai langkah konkret kolaborasi dalam mengurangi sampah dan membangun kebiasaan pilah sampah di masyarakat.
Jakarta – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR D.I.Y.) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan meresmikan waste station di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Fasilitas ini dihadirkan sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi sekaligus upaya menekan volume sampah di Ibu Kota.
Waste station tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Rekosistem, perusahaan teknologi di sektor pengelolaan lingkungan. Kehadirannya dinilai relevan di tengah tingginya timbulan sampah nasional.
Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, hingga akhir 2025, sampah tak terkelola di Indonesia mencapai 109.092 ton per hari, dengan kontribusi Jakarta sekitar 7.100–8.000 ton per hari.
Sejalan dengan dorongan pemerintah dalam pemilahan sampah dari sumber, fasilitas di ruang publik dengan mobilitas tinggi ini menjadi langkah konkret untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Baca juga: Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026
Chief Financial Officer MR D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program pengelolaan sampah yang telah dijalankan perseroan, termasuk penyediaan Recycle Dropbox di 52 toko di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
“Kami ingin terus memudahkan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, khususnya di titik publik dengan mobilitas tinggi seperti MRT Blok M,” imbuhnya dikutip Jumat, 24 April 2026.
Sepanjang 2025, MR D.I.Y. mencatat sejumlah capaian dalam pengelolaan lingkungan. Melalui Recycle Dropbox, perseroan berhasil mengumpulkan 2.445 kg sampah. Selain itu, kegiatan bersih pantai di Bulukumba yang digelar bersama World Clean Up Day menghasilkan pengumpulan 1.234 kg sampah.
Di sisi operasional, sebanyak 84 ton limbah karton telah dimanfaatkan kembali untuk mendukung logistik, sehingga menekan penggunaan material baru. Perseroan juga memperkuat 10 bank sampah di wilayah Jabodetabek, termasuk memberikan pelatihan kepada para pengelolanya bekerja sama dengan T.Care Foundation.
Apresiasi Multipihak
Waste station ini memiliki kapasitas penampungan sekitar 120–150 kg sampah anorganik per hari. Masyarakat yang menyetor sampah terpilah akan memperoleh poin reward melalui aplikasi Rekosistem yang dapat ditukar menjadi saldo dompet digital.
Chief Operating Officer dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menilai kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan layanan di titik strategis.
“Dengan sistem yang terintegrasi dan insentif yang relevan, kami ingin membuktikan bahwa pilah sampah dari rumah bisa menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan beban,” paparnya.
Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data, dan Informasi, Rommel PP Pasaribu, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam pengurangan sampah.
“Pembangunan Waste Station ini adalah contoh konkret kolaborasi multipihak dalam mendukung Gerakan Memilah Sampah dari sumber. Semoga inisiatif kolaboratif ini menjadi inspirasi dan pemantik bagi pihak-pihak lain, baik sektor swasta, pelaku industri, maupun komunitas, untuk ikut bergerak bersama,” tegas Rommel.
Baca juga: Queen Máxima Apresiasi Inovasi BTN Bayar Cicilan KPR Pakai Sampah
Pandangan serupa disampaikan Co-Founder Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian. Ia menekankan pentingnya perubahan kebiasaan dalam pengelolaan sampah.
“Sampah adalah cermin dari kebiasaan kita. Perubahannya harus dimulai dari situ, dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Ketika fasilitas yang tepat tersedia di tempat yang tepat, perubahan itu jadi jauh lebih mungkin terjadi,” ungkapnya.
Ke depan, perseroan menegaskan akan terus memperluas dampak melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari aksi bersih lingkungan, penguatan sistem pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso








