Poin Penting
- MPMInsurance membayar klaim banjir Rp1,28 miliar kepada PT Harum Sari Prima Food Industries
- Banjir akibat cuaca ekstrem, MPMInsurance tuntaskan klaim properti Rp1,2 miliar
- MPMInsurance realisasikan klaim Rp1,2 miliar untuk mendukung pemulihan bisnis nasabah.
Jakarta – PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance) merealisasikan pembayaran klaim asuransi properti senilai Rp1,28 miliar kepada PT Harum Sari Prima Food Industries.
Klaim tersebut diajukan setelah fasilitas produksi PT Harum Sari Prima Food Industries di Balaraja terdampak banjir pada Januari 2026.
Curah hujan tinggi yang berlangsung selama sepekan menyebabkan sungai di belakang area pabrik meluap dan menggenangi sebagian bangunan produksi.
Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan-Meninggal MSIG Life Naik 3,2 Persen jadi Rp227,29 M per Q1 2026
Selain menimbulkan kerusakan pada aset perusahaan, banjir juga berpotensi menghambat aktivitas operasional, distribusi barang, hingga rantai pasok yang menjadi penopang kegiatan usaha.
Menindaklanjuti laporan tersebut, MPMInsurance melakukan survei lapangan dan pendampingan selama proses penilaian kerugian berlangsung. Setelah seluruh tahapan verifikasi diselesaikan, perusahaan resmi membayarkan klaim pada 13 Mei 2026.
Penyerahan simbolis klaim dilakukan oleh Direktur Marketing MPMInsurance, Poppy Panca, kepada Direktur sekaligus Pemegang Saham PT Harum Sari Prima Food Industries, Djoenaidi Djohan.
Poppy mengatakan, meningkatnya risiko bisnis akibat perubahan iklim membuat kebutuhan akan perlindungan aset dan strategi mitigasi risiko semakin penting bagi pelaku usaha.
“Gangguan operasional akibat cuaca ekstrem dan bencana alam tentu dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis. Karena itu, kami berkomitmen memberikan kepastian kepada nasabah agar proses pemulihan usaha dapat berjalan lebih cepat dan operasional kembali normal,” ujar Poppy dalam keterangan resmi, Selasa (2/6).
Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Catat Pertumbuhan Premi
Menurutnya, peran asuransi tidak hanya sebatas membayar klaim ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mendampingi nasabah dalam menghadapi berbagai ketidakpastian bisnis.
“Perlindungan asuransi bukan sekadar penyelesaian klaim, tetapi bagaimana kami membantu nasabah lebih siap menghadapi risiko serta mempercepat pemulihan bisnisnya,” tambahnya.


