Poin Penting
- MSIG Life membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp227,29 miliar pada Q1 2026.
- Penyakit jantung, kanker, dan stroke menjadi jenis klaim kesehatan terbesar.
- Mayoritas penerima klaim berasal dari kelompok usia produktif 20–55 tahun.
Jakarta – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp227,29 miliar pada kuartal I (Q1) 2026. Angka itu naik 3,2 persen year on year (yoy).
Klaim kesehatan dan meninggal dunia itu dibayarkan kepada lebih dari 8.000 penerima manfaat.
Secara komposisi klaim, penyakit jantung, kanker, dan stroke merupakan kondisi kesehatan yang paling banyak diklaim. Mayoritas klaim berasal dari nasabah usia produktif 20-55 tahun, yang mewakili sekitar 65,5 persen dari total tertanggung penerima klaim.
Kelompok usia tersebut umumnya masih aktif bekerja dan menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Karena itu, risiko kesehatan pada kelompok produktif dapat berdampak langsung terhadap stabilitas finansial keluarga.
Baca juga: Didukung Kemitraan Teknologi Regional, MSIG Indonesia Perkuat Asuransi Perjalanan
Director and Chief Operating IT Officer MSIG Life, Elly Susanti, mengatakan pada Q1 2026 perseroan rata-rata membayarkan lebih dari Rp75 miliar klaim setiap bulan kepada nasabah dan keluarga yang menghadapi risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah.
“Angka ini menunjukkan bahwa perlindungan asuransi harus benar-benar bekerja saat dibutuhkan. Kami berkomitmen membayarkan setiap klaim yang memenuhi ketentuan polis, dengan tetap menjunjung tinggi etika bisnis dan prinsip utmost good faith,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 22 Mei 2026.
Kenaikan angka klaim di MSIG Life selaras dengan tren di industri asuransi jiwa. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan, klaim kesehatan industri mencapai Rp26,74 triliun pada 2025, naik 9,1 persen secara tahunan. Tren ini seiring meningkatnya risiko kesehatan dan biaya medis yang menjadikan perlindungan asuransi semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.
Penyakit Kritis jadi Beban Finansial Keluarga
Penyakit kritis seperti jantung, kanker, dan stroke umumnya membutuhkan perawatan medis intensif, mulai dari diagnosis, rawat inap, tindakan medis, pemulihan, hingga kontrol lanjutan.
Dalam kondisi tersebut, biaya perawatan dapat menjadi beban besar bagi keluarga, terutama jika dialami anggota keluarga yang masih produktif sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Baca juga: Strategi MSIG Indonesia Hadapi Tantangan Asuransi Masa Depan
Merespon kebutuhan perlindungan kesehatan itu, MSIG Life menawarkan Asuransi Kesehatan Smile Health Prime yang dirancang untuk membantu nasabah menghadapi risiko perawatan sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat.
Melalui manfaat No-Claim Discount hingga 15 persen, nasabah yang tetap sehat dan tidak melakukan klaim dapat memperoleh premi lanjutan yang lebih hemat.
“Keluarga Indonesia saat ini membutuhkan perlindungan yang komprehensif, mudah digunakan saat dibutuhkan, dan tetap memberi nilai saat mereka menjaga kesehatan,” tegas Elly. (*) Ari Astriawan


