Poin Penting:
- Perusahaan Kereta Api Belanda NS menghentikan seluruh layanan pada 24 Juni 2026 pukul 04.00–08.00 waktu setempat akibat aksi mogok nasional.
- FNV menggelar pemogokan untuk memprotes rencana pemerintah memangkas sejumlah program jaminan sosial.
- Selain pekerja transportasi umum, petugas kebersihan juga ikut dalam aksi sehingga dampak gangguan layanan menjadi lebih luas.
Jakarta – Aksi mogok kerja nasional yang digelar pekerja sektor transportasi umum di Belanda dipastikan berdampak pada layanan transportasi publik di negara tersebut. Perusahaan Kereta Api Belanda (NS) mengumumkan penghentian operasional kereta api di seluruh wilayah Belanda pada Rabu pagi, 24 Juni 2026, sebagai respons atas aksi pemogokan yang telah diumumkan serikat pekerja.
Penghentian layanan dilakukan menyusul rencana aksi yang digagas Federasi Serikat Buruh Belanda (FNV), yang menolak sejumlah kebijakan pemerintah terkait pemangkasan jaminan sosial. Kebijakan tersebut dinilai akan mengurangi perlindungan bagi pekerja dan kelompok rentan.
NS menyatakan bahwa gangguan layanan akan berlangsung pada jam-jam sibuk pagi hari sehingga berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat secara luas.
Baca juga: Aksi Mogok Massal Pekerja Starbucks Makin Meluas, Ada Apa?
Mogok Kerja Nasional Hentikan Operasional Kereta NS
Dalam keterangannya, NS menegaskan bahwa tidak akan ada kereta yang beroperasi selama periode aksi berlangsung.
“Serikat pekerja telah mengumumkan pemogokan di seluruh sistem transportasi umum pada Rabu pagi, 24 Juni. Mereka memprotes pemotongan jaminan sosial yang diusulkan pemerintah,” demikian pernyataan NS, seperti dikutip dari Antara.
Perusahaan menjelaskan, seluruh layanan kereta NS di Belanda akan dihentikan mulai pukul 04.00 hingga 08.00 waktu setempat atau sekitar pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Penghentian operasional tersebut dilakukan sebagai dampak langsung dari rencana mogok kerja yang melibatkan pekerja transportasi umum.
NS juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan yang telah direncanakan pada Rabu pagi guna menghindari gangguan mobilitas akibat aksi tersebut.
Pekerja Kebersihan Ikut Ambil Bagian dalam Aksi
Selain layanan transportasi, aksi protes juga akan melibatkan pekerja di sektor lain. NS meminta para penumpang membawa kembali sampah mereka selama periode gangguan layanan karena petugas kebersihan turut berpartisipasi dalam aksi mogok kerja nasional tersebut.
Keterlibatan pekerja kebersihan diperkirakan akan menambah dampak operasional terhadap fasilitas transportasi publik selama aksi berlangsung. Karena itu, perusahaan meminta pengguna jasa transportasi untuk turut menjaga kebersihan area stasiun dan kereta.
Baca juga: Di Balik Keputusan MSCI: Kepercayaan Investor Asing Masih Jadi Tantangan Pasar Modal RI
Serikat Buruh Tolak Pemangkasan Jaminan Sosial
Sebelumnya, FNV telah menyampaikan keberatan terhadap rencana pemerintah Belanda untuk memangkas pengeluaran di sektor jaminan sosial. Serikat pekerja menilai kebijakan tersebut akan mengurangi hak-hak pekerja dan memperburuk perlindungan sosial.
Secara khusus, FNV menuntut pemerintah membatalkan rencana pengurangan tunjangan pengangguran dan tunjangan disabilitas. Selain itu, mereka juga menolak penurunan batas upah harian maksimal serta rencana percepatan kenaikan usia pensiun.
Aksi protes yang berujung pada penghentian layanan transportasi publik ini menjadi bentuk tekanan terhadap pemerintah agar meninjau kembali kebijakan yang dianggap merugikan pekerja. Perkembangan mogok kerja nasional tersebut diperkirakan akan terus menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Belanda. (*)
Editor: Yulian Saputra


