Poin Penting
- Mitrabara Adiperdana (MBAP) membukukan laba USD1,37 juta dengan pendapatan USD164,87 juta pada 2025 di tengah tekanan harga batu bara.
- Perusahaan memperkuat diversifikasi ke energi terbarukan, infrastruktur, dan agroindustri.
- Tahun 2026, capex USD105 juta difokuskan untuk anak usaha dan efisiensi serta transisi energi.
Jakarta – PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif di tengah dinamika dan tekanan harga komoditas batu bara global. Hingga Desember 2025, perseroan berhasil mencatatkan laba USD1,37 juta hingga Desember 2025.
Capaian laba sepanjang 2025 tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang mencapai USD164,87 juta.
“Di tengah kondisi pasar yang menantang, kami tetap menjaga fundamental keuangan yang sehat,” jelas Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Khoirudin dalam konferensi pers Paparan Publik di Jakarta, 20 Mei 2026.
Sepanjang 2025, kata Khoirudin, perseroan melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan portofolio usaha di sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan agroindustri sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang.
Baca juga: Tok! Badan Ekspor Baru Bentukan Prabowo Bernama Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI)
“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun ketahanan bisnis yang lebih berkelanjutan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara termal,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, lanjut Khoirudin, perseroan memandang prospek usaha secara positif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Fokus strategis perusahaan akan diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kinerja anak usaha, pengembangan bisnis non-coal, serta penguatan sinergi antar lini usaha,” tambahnya.
Capex USD105 Juta
Dalam mengembangkan bisnis sepanjang 2026, Mitrabara Adiperdana menyiapkan belanja modal sekira USD105 juta.
“Capex 2026 ini rencana dan investasi perseroan ada di sekitar USD105 juta,” jelas Yulius Leonardo, Direktur Mitrabara Adiperdana di kesempatan yang sama.
Yulius merinci, sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk investasi dan pengembangan anak usaha perseroan.
“Diperkirakan sekitar 97 persen untuk investasi dan pengembangan anak usaha perseroan sesuai dengan rencana kontinuitas dan jangka panjang,” lanjutnya.
Baca juga: Purbaya Beber Target Bea Keluar Batu Bara dan Emas 2026, Berikut Rinciannya
Memasuki 2026, perseroan melihat peluang pertumbuhan dari meningkatnya perhatian terhadap transisi energi, pengembangan energi surya, serta kebutuhan akan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Diketahui, selain pertambangan batu bara, Mitrabara Adiperdana juga memiliki sejumlah lini bisnis seperti, infrastruktur dan jasa, energi terbarukan, serta agroindustri. (*)


