Meski Pandemi, Bank Syariah Indonesia Masih Berkinerja Cemerlang

Meski Pandemi, Bank Syariah Indonesia Masih Berkinerja Cemerlang

Meski Pandemi, Bank Syariah Indonesia Masih Berkinerja Cemerlang
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki kinerja ciamik di masa pandemi Covid-19. Hal ini sekaligus menunjukkan potensi ekonomi syariah yang besar di masa depan.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, menjelaskan bahwa masyarakat saat ini melihat perbankan syariah sebagai alternatif layanan jasa keuangan karena lebih transparan, lebih berpihak kepada publik, atau tidak memberatkan. Selain itu, perbankan syariah mempermudah masyarakat melakukan transaksi sosial seperti zakat, infaq, dan wakaf tanpa harus berinteraksi langsung.

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengungkapkan, total aset perbankan syariah secara nasional tetap tumbuh. Pada Juli 2021, aset perbankan syariah di Tanah Air tumbuh sekitar 16,35%, pembiayaan tumbuh 6,82%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,98%.

“Ini tanda-tanda positif, artinya sebagian masyarakat sudah melirik perbankan syariah karena cukup kompetitif. Diharapkan dengan peran perbankan syariah dapat mengambil posisi dan kontribusi agar potensi besar ini memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” ujar Hery, seperti dikutip, Selasa, 25 Oktober 2021.

Adapun untuk kinerja BSI, bank syariah terbesar di Tanah Air itu pun mampu membukukan catatan manis di saat kondisi ekonomi yang menantang. Pada semester I/2021, BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, atau naik sekitar 34,29% secara year on year (yoy).

Kenaikan laba tersebut dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas. Dengan kinerja yang positif itu, BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021. Jumlah itu naik sekitar 15,16% secara yoy.

“Untuk pembiayaan, BSI menyalurkan Rp161,5 triliun atau tumbuh sekitar 11,73% secara yoy. Dengan angka tersebut, BSI berhasil menguasai pangsa pasar industri perbankan Syariah di Indonesia saat ini,” tambahnya lagi.

Ke depannya, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital. Hal ini dapat dilihat dari volume transaksi kanal digital BSI yang tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021. Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Hal ini didorong oleh jumlah pengguna mobile banking yang menembus 2,5 juta.

Karena kinerja yang gemilang tersebut Hery pun mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Syariah kategori Praktisi dalam acara Awarding Best Syariah 2021. Sementara itu, BSI mendapatkan Penghargaan Khusus sebagai Bank Syariah Terbesar dan Penghargaan Sukuk Syariah Mudharabah.

Kendati demikian, Hery mengakui bila literasi terkait keuangan syariah masih menjadi salah satu tantangan besar bagi pertumbuhan perbankan syariah nasional.

Untuk itu, BSI bekerja sama dengan kampus-kampus ternama guna memberikan pemahaman bagi mahasiswa tentang perbankan syariah. BSI pun turut membuat kurikulum khusus keuangan syariah di 5 kampus yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. (*) Steven
 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]