Poin Penting
- TASPEN terlibat dalam tim yang membahas konsolidasi perusahaan asuransi BUMN melalui BPI Danantara.
- Keberlanjutan merek Taspen Life masih didiskusikan karena telah dikenal oleh peserta ASN dan pensiunan.
- Menjaga kepercayaan nasabah dan komunikasi selama masa transisi menjadi tantangan utama konsolidasi.
Jakarta – PT Taspen (Persero) memastikan terlibat aktif dalam proses streamlining atau konsolidasi perusahaan asuransi milik negara yang tengah dipersiapkan pemerintah melalui BPI Danantara.
Sebagai induk dari PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life), perseroan turut menjadi bagian dari tim yang membahas proses integrasi tersebut.
Corporate Secretary Taspen, Henra, mengatakan pembahasan konsolidasi saat ini masih berlangsung.
“Karena kita induk, jadi untuk proses streamlining-nya juga kita terlibat sebagai tim. Ada tim dari Taspen, ada dari Taspen Life,” ujarnya dalam acara Press Club di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Taspen Percepat Layanan Klaim, 99,97 Persen Cair Maksimal H+1
Henra mengungkapkan, salah satu isu yang masih didiskusikan adalah keberlanjutan nama Taspen Life pada produk-produk yang telah beredar. Nama tersebut berpotensi berubah mengikuti entitas baru hasil konsolidasi.
“Kita punya produk namanya Taspen Life. Teman-teman di cabang juga selama ini menjualnya sebagai Taspen Life. Masih didiskusikan apakah nanti nama produk itu masih ada Taspen Life atau tidak, karena sudah dikenal oleh para peserta ASN dan pensiunan,” jelasnya.
Menurut Henra, keputusan terkait merek tersebut penting karena dapat memengaruhi tingkat kepercayaan dan keputusan nasabah untuk tetap menggunakan layanan yang tersedia.
“Karena nanti akan berpengaruh kepada keputusan mereka lanjut atau tidak,” imbuhnya.
Baca juga: PT Taspen Imbau ASN dan Pensiunan Waspada Penipuan Mengatasnamakan Taspen
Ia menjelaskan, apabila konsolidasi dilakukan dengan menggabungkan tiga institusi, porsi Taspen dalam entitas baru diperkirakan sekitar 19 persen. Sementara itu, porsi terbesar akan berasal dari grup IFG.
Kepercayaan Nasabah Jadi Tantangan
Lebih lanjut, Henra mengungkapkan tantangan terbesar dalam proses konsolidasi bukan hanya aspek bisnis dan operasional. Tantangan lainnya adalah menjaga kepercayaan peserta yang selama ini telah mengenal merek Taspen.
“Tantangannya mungkin menginformasikan ke nasabah kita yang sudah mengenal Taspen, karena nanti harus menjadi institusi baru,” ungkapnya.
Baca juga: Danantara Mau Konsolidasikan BUMN Asuransi, IFG Life Bilang Begini
Karena itu, menurut Henra, komunikasi yang efektif kepada peserta menjadi faktor penting agar proses transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di kalangan ASN maupun pensiunan sebagai nasabah utama Taspen. (*) Alfi Salima Puteri


