Internasional

Mengenal NDB Bentukan BRICS, Bank Tandingan IMF dan World Bank

Jakarta – Negara-negara berkembang yang tergabung dalam BRICS membentuk New Development Bank (NDB) untuk memperkuat pembiayaan pembangunan. 

Pembentukan NDB kerap disebut sebagai tandingan lembaga keuangan multilateral bentukan negara-negara Barat seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank).

Melansir laman resmi NDB, Selasa, 8 Juli 2025, New Development Bank (NDB) adalah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan (BRICS).

Tujuan utama pembentukannya adalah untuk memobilisasi sumber daya guna mendanai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang atau Emerging Markets and Developing Countries (EMDC).

Baca juga: Presiden Prabowo Dukung Arah Baru Kerja Sama BRICS, Ini 4 Poin Pentingnya

“Mandat dan potensi kami yang kuat menempatkan kami pada posisi yang unik untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan pembangunan global,” tulis keterangan resmi tersebut.

Struktur Permodalan NDB

NDB yang didirikan pada 2014 awalnya memiliki modal sebesar USD100 miliar yang disetorkan oleh lima negara pendiri.

Adapun kantor pusat NDB berbasis di Shanghai, Cina, dan memiliki beberapa kantor regional, termasuk di kawasan Afrika.

Kelima negara pendiri BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan masing-masing memegang 18,98 persen saham NDB.

Namun, seiring bertambahnya jumlah anggota BRICS, kepemilikan saham di NDB juga ikut bertambah.

Baca juga: Trump Ancam Naikkan Tarif 10 Persen ke Negara BRICS Termasuk Indonesia

Diketahui, beberapa negara lain yang ikut menyetor modal saham di NDB antara lain Bangladesh, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara yang baru bergabung ini memiliki porsi saham NDB kurang dari 3 persen.

Proyek NDB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa saat ini NDB sedang menangani 120 proyek pembangunan dengan total nilai mencapai USD39 miliar atau sekitar Rp633,24 triliun (asumsi kurs Rp16.237 per dolar AS).

“Ada beberapa proyek yang sedang ditangani, antara lain clean energy project, infrastruktur, kemudian beberapa proyek yang terkait dengan suistainability dan green,” jelasnya, dalam video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden.

Airlangga juga menyebut bahwa Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menjadi anggota NDB dan proses keanggotaan tersebut saat ini sedang berjalan.

Baca juga: Indonesia Aktif di BRICS, Siap Manfaatkan New Development Bank

“Memang Indonesia sendiri sudah menyatakan masuk dalam NDB dan tentu sedang berproses,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More

31 mins ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

54 mins ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

4 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

13 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

20 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

21 hours ago