Jakarta – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) optimistis merampungkan akuisisi Star Energy Group pada kuartal I-2018. Barito menyiapkan dana sebesar USD700-800 juta untuk membiayai transaksi akuisisi dan keperluan lainnya.
Karena itu, perseroan mengkaji tiga opsi untuk pembiayaan, yaitu penerbitan obligasi, rights issue, atau malah kombinasi dari keduanya.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menjelaskan, akuisisi Star Energy bakal berdampak besar terhadap Barito. Nilai aset akan meningkat drastis.
Selain itu, akuisisi dapat menaikkan pendapatan dan laba bersih perseroan dalam jangka panjang, sehingga aliran kas menjadi lebih stabil. Menurut Edwin, skema pendanaan yang paling ideal melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
“Pada dasarnya, struktur permodalan baik dari rights issue maupun obligasi dinilai baik, namun perseroan perlu memperhitungkan imbal hasil yang mungkin diterima investor,” kata Edwin di Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2017.
Dia yakin, pemegang saham maupun investor tertarik dengan adanya penawaran tersebut. Sebab, dana hasil penambahan modal bisa memperkuat perusahaan secara fundamental. Terlebih, kebutuhan terhadap geothermal masih prospektif dalam jangka panjang. “Investor appetite bisa mencapai 66%-70%. Ditambah dengan kepemilikan Chandra Asri, harga saham Barito Pacific akan naik,” kata dia. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Menurut perhitungannya, tanpa porsi perseroan pada Chandra Asri, saat ini saham BRPT masih di bawah harga wajar. Secara konservatif, harga wajar saham BRPT mencapai Rp3.000. Maka dengan memperhitungkan nilai Star Energy, otomatis akan mendongkrak nilai perseroan. Dengan asumsi ini, harga pelaksanaan rights issue bisa mencapai Rp2.000-2.500 per saham.
Sementara itu, hingga semester I-2017, Barito Pacific membukukan pendapatan bersih sebesar USD1,21 miliar atau tumbuh 35,33 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba bersih naik 35,67 persen menjadi USD152,68 juta.
Baca juga: Ini Alasan BRI Melakukan Stock Split
Direktur Utama Barito Pacific, Agus Salim Pangestu pernah mengatakan, peningkatan performa keuangan perusahaan ditopang oleh pertumbuhan kinerja yang konsisten dari sejumlah anak usaha, terutama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
“Kinerja semester I-2017 yang positif dan telah diaudit ini menunjukkan bahwa Barito Pacific Group berada dalam performa terbaik, serta menjadi modal utama kami dalam merealisasikan berbagai rencana ekspansi ke depan,” kata Agus Salim, baru-baru ini. (*)
Editor: Paulus Yoga


