Poin Penting
- IHSG dibuka menguat tipis 0,07 persen ke level 7.179,64 dengan nilai transaksi Rp318,22 miliar
- Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak variatif di kisaran 7.100–7.500, didukung rebound empat hari beruntun, penurunan outflow asing, serta penguatan saham blue chip
- Sentimen global cenderung negatif dari koreksi Wall Street, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, serta pelemahan bursa Asia, meski harga minyak Brent sempat rebound ke USD102 per barel.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut dibuka naik ke level 7.179,64 dari posisi 7.174,32 atau menguat 0,07 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (8/5).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 1,44 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 50 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp318,22 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 125 saham terkoreksi, 227 saham menguat dan 288 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Laju IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak variatif di rentang level 7.300-7.500.
“Pada perdagangan kemarin (7/5), IHSG ditutup menguat 1,15 persen atau naik 81,85 poin ke level 7.174. IHSG hari ini (8/5) diprediksi bervariasi dalam kisaran 7.100-7.200,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 8 Mei 2026.
Sentimen yang akan mempengaruhi gerak IHSG hari ini datang dari dalam negeri, yakni IHSG rebound dalam empat hari beruntun, dengan outflow investor asing menyusut Rp76,47 miliar di seluruh pasar (7/5), dengan saham blue chip menopang apresiasi IHSG, indeks LQ45 menguat 1,62 persen dan IDX30 naik 2,12 persen (7/5).
Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan aturan baru pada Jumat (8/5) bahwa emiten di Papan Utama dan Pengembangan wajib memiliki free float minimal 15 persen dan minimal 50 juta saham beredar di publik, sementara Papan Akselerasi minimal 7,5 persen dan seluruh emiten wajib memiliki minimal 300 SID.
Selain itu, BEI juga memberikan masa transisi bagi emiten untuk memenuhi free float minimum 15 persen, emiten dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp5 triliun wajib memenuhi free float 12,5-15 persen paling lambat 2027-2028, sementara emiten dengan kapitalisasi pasar kurang dari Rp5 triliun hingga 31 Maret 2029.
Baca juga: Ada Wacana Bunga KUR 5 Persen, Valuasi Saham Bank Himbara Terancam Terkoreksi?
Adapun dari Mancanegara, Bursa Wall Street koreksi terbatas setelah reli di perdagangan kemarin (7/5). Pelaku pasar melakukan profit taking menjelang rilis data tenaga kerja akhir pekan ini. Di sisi lain, konflik di Selat Hormuz masih berlanjut setelah Iran menyerang tiga kapal perang AS (7/5).
Harga minyak Brent rebound 2,65 persen USD102 per barel secara intraday (8/5) setelah koreksi dalam tiga hari beruntun dengan akumulasi penurunan 13 persen.
Bursa Asia Pasifik hari ini dibuka melemah terbatas mengikuti Wall Street, indeks KOSPI turun 0,45 persen dan Nikkei 225 merosot 0,23 persen (8/5). (*)
Editor: Galih Pratama


