Jakarta–Sentimen terhadap perekonomian Indonesia terdongkrak bulan ini setelah agensi pemeringkat Moody meningkatkan prospek kredit Indonesia dari “stabil” menjadi “positif” karena stabilnya fundamental ekonomi.
Prospek kredit yang positif ini disambut gembira di Indonesia dengan membaiknya selera risiko, dan Indeks Harga Saham Gabungan pun menguat.
Namun bagaimana prospek ekonomi ke depan, khususnya untuk jangka panjang? Apakah masih akan melambat? Bisakah ini menjadi tolok ukur kebangkitan ekonomi dunia?
Analis ForexTime, Lukman Otunuga mengungkapkan, data ekonomi dari perekonomian terbesar di Asia Tenggara terus menampilkan tren positif dan prospek keseluruhannya menunjukkan pemulihan yang baik di jangka yang lebih panjang. Melihat hal tersebut Bank Indonesia pun diprediksi tidak akan mengubah kebijakan di pekan ini.
“Walaupun masih ada ancaman risiko eksternal di ekonomi global yang mungkin dapat berimbas kepada Indonesia, ekonomi negara ini tetap berdiri tegas,” jelas Lukman di Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More