Jakarta–Sentimen terhadap perekonomian Indonesia terdongkrak bulan ini setelah agensi pemeringkat Moody meningkatkan prospek kredit Indonesia dari “stabil” menjadi “positif” karena stabilnya fundamental ekonomi.
Prospek kredit yang positif ini disambut gembira di Indonesia dengan membaiknya selera risiko, dan Indeks Harga Saham Gabungan pun menguat.
Namun bagaimana prospek ekonomi ke depan, khususnya untuk jangka panjang? Apakah masih akan melambat? Bisakah ini menjadi tolok ukur kebangkitan ekonomi dunia?
Analis ForexTime, Lukman Otunuga mengungkapkan, data ekonomi dari perekonomian terbesar di Asia Tenggara terus menampilkan tren positif dan prospek keseluruhannya menunjukkan pemulihan yang baik di jangka yang lebih panjang. Melihat hal tersebut Bank Indonesia pun diprediksi tidak akan mengubah kebijakan di pekan ini.
“Walaupun masih ada ancaman risiko eksternal di ekonomi global yang mungkin dapat berimbas kepada Indonesia, ekonomi negara ini tetap berdiri tegas,” jelas Lukman di Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More