Membangun Ekosistem jadi Tantangan Digital Banking

Membangun Ekosistem jadi Tantangan Digital Banking

Membangun Ekosistem jadi Tantangan Digital Banking
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Komisaris Independen Bank Raya sekaligus Co-Founder Sayurbox Rama Notowidigdo membeberkan tantangan bagi digital banking yaitu bagaimana membangun ekosistem dalam pengembangan bisnis.

Menurutnya, untuk membangun ekosistem diperlukan koneksi dari berbagai merchant dalam melakukan pembayaran oleh digital banking tersebut. Beruntungnya, Bank Indonesia (BI) telah mendukung payment system untuk memudahkan bertransaksi.

“Saat ini juga sudah ada QRIS, yang akan mempermudah digital bank masuk dan berpartner dengan ekosistem dibandingkan membangun ekosistem sendiri,” ujar Rama dalam webinar ‘A New Competitive Landscape In the Banking and Financial Sector’ yang digelar Infobank, Rabu, 25 Januari 2023.

Lanjut Rama, tantangan dalam membangun ekosistem digital bank membutuhkan waktu yang lama, meskipun sudah ada pembayaran menggunakan QRIS dalam mempermudah transaksi.

Hal itu yang membuat digital bank akhirnya memilih menempel dengan ekosistem yang sudah ada dan tidak ingin membangun ekosistem sendiri agar lebih cepat.

“Walaupun sudah ada tools menggunakan QRIS yang jauh lebih simpel, tapi harus tetap membangun transaksi, membangun merger dan akusisi, nah ini akhirnya banyak digital bank yang maunya nempel dengan ekosistem contoh Aladin nempel dengan Alfamart dan sebagainya,” jelasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]