Poin Penting
- PRDL resmi IPO di BEI dan sahamnya langsung naik 35 persen ke Rp162, menyentuh ARA.
- Perseroan menghimpun dana IPO Rp62,74 miliar dari penawaran 522,9 juta saham baru.
- Dana IPO digunakan untuk pelunasan utang, dengan valuasi PER FY2025 sebesar 8,61 kali
Jakarta – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) pada hari ini (9/7) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), Kamis, 9 Juli 2026. PRDL menjadi perusahaan keenam yang melantai di bursa pada tahun ini.
Usai pencatatan saham di BEI, harga saham PRDL mengalami penguatan hingga menyentuh Autor Rejection Atas (ARA).
Terpantau, harga saham PRDL mengalami kenaikan 35,00 persen ke posisi Rp162 per saham dari harga awal Rp120 per saham.
Baca juga: Sucor Sekuritas Siapkan 2 IPO Baru di Semester II 2026, Bidik Sektor Teknologi dan Media
Usai mencatatkan sahamnya di BEI, saham PRDL telah diperdagangkan sebanyak 305 saham, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 189 kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp4,94 juta.
Melalui IPO tersebut, perseroan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga final Rp120 per saham.
PRDL akan meraih dana IPO senilai Rp62,74 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebanyak Rp35,66 miliar untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
Baca juga: Saham JELI Naik 24,89 Persen usai IPO, Dana Emisi Difokuskan untuk Inovasi Produk
Sementara di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, PRDL tetap optimistis terhadap prospek bisnis jangka panjang.
Dari sisi valuasi, pada prospektus yang disampaikan mengacu pada laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, dengan harga final tersebut PRDL menawarkan price to earnings ratio FY2025 pada 8,61x.
Hal tersebut dinilai sangat kompetitif dibandingkan emiten lainnya di sektor kesehatan, terutama dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja perseroan yang terus menunjukkan tren positif. (*)
Editor: Galih Pratama


