Ilustrasi: Aplikasi PINTU. (Foto: istimewa)
Jakarta – PINTU, aplikasi perdangan kripto besutan PT Pintu Kemana Saja merilis fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna berinvestasi.
Pada Februari 2025, PINTU menghadirkan Pintu Pro Futures versi web dan menambahkan dua fitur untuk mengakomodir perdagangan derivatif kripto, yakni Take Profit (TP)/Stop Loss (SL), dan Share Profit and Loss (PnL).
Menurut Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, fitur-fitur baru itu diharapkan bisa meningkatkan kenyaman trader, termasuk dengan memberikan ragam pilihan platform dalam berinvestasi produk derivatif kripto.
Fitur Pintu Pro Futures versi web digagas agar trader bisa melakukan desktop trading, dan bisa diakes melalui website PINTU. Fitur ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti tampilan trading profesional, indikator margin, kalkulasi margin yang transparan, dashboard lengkap, hingga TP/SL.
Baca juga: Meroket 104,31 Persen, Transaksi Kripto Tembus Rp44,07 Triliun di Januari 2025
“Semua kelengkapan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi trader untuk mengatur manajemen risiko dalam perdagangan derivatif kripto,” ujar Iskandar dalam keterangan pers, dikutip Rabu, 5 Maret 2025.
Sementara, fitur TP di Pintu Pro Futures membuat trader untuk bisa menetapkan harga target di mana posisi mereka akan ditutup secara otomatis. Ini untuk mengamankan potensi keuntungan. Sebaliknya, fitur SL memungkinkan trader menentukan level harga di mana posisi mereka akan ditutup secara otomatis untuk meminimalisir potensi kerugian.
Adapun fitur kedua adalah Share PnL, yang menunjukkan performa trading pengguna di Pintu Pro Futures, dan bisa dibagikan ke banyak channel pilihan seperti WhatsApp, Instagram, Telegram, X, dan juga dapat diunduh berupa gambar.
“Menentukan level Stop Loss dan Take Profit merupakan komponen yang esensial dari manajemen risiko saat melakukan perdagangan derivatif kripto. Selain itu, fitur Share PnL memungkinkan trader membagikan performa posisi yang masih terbuka ke berbagai platform, sehingga memberikan transparansi atas strategi trading yang sedang berjalan,” rinci Iskandar.
Produk derivatif kripto adalah produk yang dikeluarkan bursa kripto CFX dan sudah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021.
Baca juga: Pasar Kripto Menguat, CFX Prediksi 2025 Lebih Baik Ketimbang Tahun Lalu
Dalam perdagangan produk derivatif ini, ada lembaga self-regulatory organizations (SRO) yakni bursa crypto CFX, lembaga kliring, lembaga kustodian, serta lembaga pialang berjangka yang seluruhnya telah terdaftar dan teregulasi resmi di bawah payung hukum Indonesia.
Pintu Pro sudah beroperasi sejak sejak Juli 2024. Sedangkan Pintu Pro Futures dirilis sejak Desember 2024 untuk memberikan pengalaman perdagangan derivatif kripto yang legal. Pintu Pro Futures memiliki 20 token pilihan, antara lain BTC, ETH, SOL, dan belasan token lainnya dengan leverage 25 kali.
“Investasi aset crypto adalah instrumen yang berisiko tinggi dengan nilai aset yang dapat berfluktuasi secara signifikan dari waktu ke waktu. Penting untuk mempelajari dan melakukan riset secara mendalam, gunakan uang dingin, dan hindari Fear of Missing Out (FOMO),” pungkas Iskandar. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More
Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More
Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More