Poin Penting
- Maybank Indonesia ditetapkan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan Maybank.
- Ekosistem Maybank mencakup perbankan, pembiayaan, asuransi, manajemen aset, dan sekuritas.
- Status PIKK membuka peluang bagi Maybank menawarkan produk keuangan yang lebih beragam sesuai kebutuhan nasabah.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) terus memperkuat ekosistem layanan keuangan setelah ditetapkan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan Maybank.
Direktur Operations Maybank Indonesia, Widya Permana mengatakan, penguatan ekosistem tersebut menjadi salah satu upaya pihaknya untuk memberikan layanan keuangan yang lebih lengkap dan relevan sesuai kebutuhan nasabah.
“Ini memberikan kesempatan bagi kami untuk bisa melayani nasabah kami juga lebih baik,” ujar Widya dalam kegiatan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: Maybank Indonesia Beberkan Perubahan Peran Kantor Cabang di Era Digital
Ekosistem Keuangan Makin Lengkap
Sementara itu, Maybank Indonesia telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional. Status tersebut memperkuat ekosistem layanan keuangan perseroan, yang mencakup bisnis perbankan, pembiayaan, asuransi, manajemen aset, dan sekuritas.
Struktur konglomerasi terdiri atas Maybank Indonesia sebagai PIKK dengan PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Maybank Asset Management, PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, PT Maybank Indonesia Finance, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sebagai anggota.
Menurut Widya, keberadaan berbagai entitas dalam ekosistem memungkinkan Maybank Indonesia menawarkan solusi finansial yang lebih beragam kepada nasabah, mulai dari perbankan, pembiayaan, asuransi, manajemen aset hingga sekuritas.
“Sehingga hal ini memberikan kesempatan bagi kami untuk bisa melayani nasabah lebih baik lagi, menawarkan produk-produk finansial yang lebih relevan dan juga sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam setiap tahap kehidupannya,” lanjutnya.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 Diikuti 14.100 Pelari dari 46 Negara, Ini Pemenangnya
Ia mencontohkan, kebutuhan finansial nasabah dapat berkembang seiring dengan tahapan kehidupannya, mulai dari kebutuhan membeli kendaraan hingga kebutuhan investasi. Sehingga, ekosistem keuangan Maybank dapat menyediakan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Sudah ada kebutuhan untuk membeli motor, kebutuhannya pada saat usia tertentu perlu beli rumah, pada saat usia tertentu mereka ingin investasi. Nah, di situ semua ada produk yang bisa kami tawarkan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah kami,” ujarnya.
Fokus pada Kebutuhan Nasabah
Widya menambahkan, penguatan ekosistem keuangan sejalan dengan misi Maybank Indonesia, yakni Humanising Financial Services, dengan menghadirkan solusi finansial yang lebih lengkap bagi nasabah.
Selain itu, penguatan ekosistem pun juga sejalan dengan tema Hari Pelanggan Nasional 2026 Maybank Indonesia, yaitu Moving Forward Together.
Widya mengatakan, Maybank Indonesia ingin membangun hubungan yang semakin kuat dengan nasabah dan memahami kebutuhan mereka secara lebih baik.
Hubungan dengan nasabah, lanjut Widya, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas transaksi, tetapi juga bagaimana kami memahami kebutuhan serta menerima masukan dari nasabah.
“Bukan hanya dalam konteks berinteraksi dalam hal transaksi yang dilakukan nasabah, tapi lebih dari itu juga kami ingin tahu apa sih kebutuhan nasabah,” pungkasnya. (*) Ayu Utami


