Poin Penting
- Investor Indonesia kini dapat mengakses saham perusahaan teknologi AS seperti Nvidia melalui berbagai platform digital, baik broker maupun tokenisasi saham
- Saham Nvidia dapat diakses melalui Pintu dan Bittime dalam bentuk tokenized stocks, sementara Webull menawarkan fractional shares sehingga investor tak perlu membeli satu saham secara penuh.
- Setiap platform memiliki mekanisme, biaya, dan produk berbeda. Investor perlu memahami kurs, biaya transaksi, serta risiko volatilitas sebelum berinvestasi.
Jakarta – Investasi saham perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS) kini tak lagi menjadi privilese investor bermodal besar. Investor Indonesia semakin mudah mendapatkan eksposur ke pasar saham global melalui berbagai platform digital.
Salah satu saham yang menjadi incaran adalah Nvidia. Perusahaan semikonduktor yang dipimpin Jensen Huang sebagai CEO ini menjadi salah satu pemain utama dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI) global. Bisnis Nvidia mencakup perancangan unit pemroses grafis (GPU) hingga pengembangan ekosistem AI secara end to end.
Bagi investor Indonesia, salah satu pilihan untuk mengakses aset global adalah aplikasi lokal Pintu. Melalui fitur tokenisasi saham, investor dapat membeli aset yang merepresentasikan sejumlah saham perusahaan global, seperti Nvidia, Meta, Google, Tesla, SpaceX, dan Amazon.
Jika tertarik untuk membeli saham Nvidia, investor bisa melakukan pembelian melalui aplikasi kripto yang menawarkan tokenized stocks, fractional shares, maupun layanan broker atau sekuritas.
Memang mekanismenya berbeda-beda. Maka itu, investor sebaiknya memahami produk yang tersedia sebelum memasukkan dana. Namun, jika ingin ingin melakukan pembelian saham Nvidia, pilihan aplikasinya tidak hanya broker luar negeri.
Sejumlah platform lokal pun kini memungkinkan investor Indonesia mengakses transaksi saham luar negeri melalui aset tokenisasi.
Baca juga: Strategi Reliance Sekuritas (RELI) Penuhi Aturan Free Float Saham 15 Persen
Berikut 5 aplikasi yang bisa Anda pertimbangkan, di antaranya adalah :
1. Pintu
Pintu menawarkan cara berbeda untuk mengakses saham NVIDIA karena platform ini memiliki fitur tokenisasi saham. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap sejumlah perusahaan global dalam bentuk token digital.
Konsep tokenisasi membuat saham atau aset dunia nyata direpresentasikan menggunakan teknologi blockchain. Dengan demikian, pengguna dapat memperdagangkan token yang mengikuti aset saham tertentu tanpa harus melakukan pembelian saham konvensional melalui bursa Amerika Serikat.
Pintu menyediakan sejumlah tokenized stocks yang mengikuti perusahaan besar. Untuk NVIDIA, misalnya, tersedia NVDAX. Selain itu, pengguna dapat menemukan AMZNX yang mengikuti Amazon, AAPLX untuk Apple, TSLAX untuk Tesla, GOOGLX untuk Alphabet, dan METAX untuk Meta.
Salah satu kelebihan tokenized stocks di Pintu adalah nominal pembelian yang relatif rendah. Pintu menyediakan tokenized assets mulai sekitar Rp11.000, sehingga investor tidak perlu menyiapkan dana sebesar harga satu saham NVIDIA secara penuh
2. Mirae Asset
Pilihan lain bagi investor yang ingin menggunakan layanan perusahaan sekuritas. Selain menyediakan fasilitas transaksi, Mirae Asset memiliki ekosistem informasi dan riset yang dapat membantu investor memahami kondisi pasar.
Untuk membeli saham Amerika Serikat, calon investor perlu memeriksa produk internasional yang tersedia melalui layanan Mirae Asset. Sebab, tidak semua jenis saham atau pasar otomatis tersedia pada setiap rekening.
Investor juga perlu mempertimbangkan biaya transaksi dan konversi mata uang. Karena saham US menggunakan dolar AS, perubahan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi nilai investasi ketika dihitung kembali dalam rupiah.
3. Bittime
Menawarkan alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses saham global melalui ekosistem aset digital. Platform ini menghadirkan Tokenized Stocks, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap sejumlah saham perusahaan publik dalam bentuk token.
Bittime menjelaskan bahwa Tokenized Stocks mengikuti harga saham perusahaan publik dengan rasio 1:1. Saham yang menjadi underlying dibeli dan disimpan oleh penerbit melalui kustodian berlisensi.
Untuk investor yang tertarik pada NVIDIA, Bittime menyediakan NVDAX. Selain itu, tersedia sejumlah token lain seperti MSTRX untuk MicroStrategy, AAPLX untuk Apple, TSLAX untuk Tesla, METAX untuk Meta, GOOGLX untuk Alphabet, dan COINX untuk Coinbase.
4. Webull
Mengambil pendekatan berbeda karena platform ini berfokus pada layanan trading saham dan instrumen pasar Amerika. Salah satu fitur yang relevan bagi investor bermodal kecil adalah fractional shares.
Melalui fractional shares, pengguna dapat membeli sebagian saham. Webull menyebut pembelian fractional shares dapat dimulai dari US$1 untuk aset yang memenuhi persyaratan.
Dengan demikian, investor tidak harus membeli satu saham NVIDIA secara penuh. Investor dapat menentukan nominal investasi sesuai kemampuan, sehingga strategi diversifikasi menjadi lebih fleksibel.
Baca juga: Minat Diversifikasi Investasi ke Saham Luar Negeri? Simak Keuntungan dan Risikonya
5. Phillip/POEMS
Alternatif bagi investor yang lebih nyaman menggunakan perusahaan sekuritas. Pendekatan ini berbeda dari platform crypto karena transaksi berlangsung dalam ekosistem layanan sekuritas.
POEMS menyediakan fasilitas perdagangan dan informasi pasar sesuai produk yang tersedia bagi nasabah. Karena itu, investor yang ingin mengakses saham US perlu memastikan terlebih dahulu apakah saham NVIDIA dan saham Amerika lainnya tersedia melalui layanan yang digunakan.
Selain ketersediaan saham, investor perlu memperhatikan biaya transaksi, minimum pembelian, kurs, serta biaya lain yang mungkin muncul. Hal tersebut penting karena biaya dapat mempengaruhi hasil investasi, terutama ketika investor menggunakan modal relatif kecil.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. (*)


