Poin Penting
- BRI menegaskan penawaran KUR melalui tautan tidak resmi dan media sosial merupakan modus penipuan, serta tidak terkait dengan layanan perseroan
- Pengajuan KUR hanya dilakukan melalui kanal resmi tanpa biaya awal, dan BRI tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN, password, atau OTP
- BRI mengimbau masyarakat waspada, selalu verifikasi informasi, serta menegaskan komitmen menjaga keamanan layanan dan memperkuat literasi keuangan.
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menegaskan bahwa maraknya penawaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui tautan tidak resmi dan media sosial belakangan ini merupakan modus penipuan yang mengatasnamakan perseroan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya memastikan bahwa informasi tersebut tidak berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan.
“Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi dikutip 3 Mei 2026.
Baca juga: Tak Revisi RBB, BRI Pede Kredit Mampu Tumbuh hingga 9 Persen di 2026
Sehubungan dengan hal tersebut, BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses maupun mengeklik tautan yang tidak resmi.
BRI juga menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP dalam kondisi apa pun. Permintaan terhadap data tersebut dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar, serta selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI, seperti situs www.bri.co.id, akun media sosial resmi, maupun Contact BRI 14017/1500017.
“Kami secara konsisten memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Selain itu, BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” jelas Akhmad.
Baca juga: Lakukan Stress Test, BRI Optimistis Ekonomi Membaik di Semester II 2026
Ke depan, BRI akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem perbankan yang aman dan terpercaya.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur oleh penawaran yang tidak jelas. Verifikasi informasi menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menghindari kerugian.
BRI pun menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan layanan perbankan dan kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). (*)
Editor: Galih Pratama




