Poin Penting
- BRI menargetkan pertumbuhan kredit 2026 sebesar 7–9 persen yoy, dinilai moderat dan masih sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB)
- Optimisme ditopang stabilitas ekonomi domestik, terutama konsumsi dan aktivitas UMKM, serta kinerja Q1 2026 yang masih on track tanpa revisi RBB
- Hingga Maret 2026, BRI mencatat laba Rp15,5 triliun (+13,7 persen yoy), kredit Rp1.562 triliun (+13,7 persen), DPK Rp1.555 triliun (+9,4 persen), dan aset Rp2.205 triliun (+7,2 persen).
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) optimis pertumbuhan kredit di 2026 berada di level 7-9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu mengakui proyeksi tersebut berada pada level yang moderat.
“Secara umum sebenarnya di tahun 2026, guidance pertumbuhan yang kami sampaikan, itu memang cukup moderat ya. Jadi loan growth itu kita berikan guidance estimasi kami akan tumbuh 7-9 persen year on year,” ujar Viviana dalam konferensi pers Kinerja Kuartal I 2026, Kamis, 30 April 2026.
Viviana menjelaskan, optimisme tersebut tercermin dari kinerja BRI hingga kuartal I 2026 masih di jalur yang seusai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan tahun ini. Selain itu, ia meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih cukup stabil, di mana konsumsi masyarakat dan aktivitas UMKM masih menjadi penopang utama perekonomian domestik.
Baca juga: Lakukan Stress Test, BRI Optimistis Ekonomi Membaik di Semester II 2026
“Sehingga memang kalau kita lihat kondisi saat ini, termasuk guidance yang kami berikan, kami belum merasa adanya kebutuhan untuk melakukan revisi terhadap RBB,” ungkapnya.
Meski demikan, Viviana menambahkan, BRI akan tetap mencermati situasi perekonomian domestik agar dapat bersikap leboh adaptif terhadap perkembangan kondisi di eksternal.
“Kami akan melakukan penyesuaian apabila nanti memang kami rasa diperlukan (perubahan RBB),” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, BRI berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun hingga kuartal I 2026. Angka tersebut naik 13,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Laba tesebut ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan BRI mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen yoy hingga Maret 2026.
Baca juga: Bos BRI Beberkan Strategi Jaga Kualitas Kredit UMKM di Tengah Dinamika Global
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BRI sebesar Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen yoy.
Pencapaian DPK tersebut ditopang oleh dana mura alias CASA mencapai Rp1.058,6 triliun atau tumbuh 13,2 persen yoy. Adapun total aset BRI meningkat 7,2 persen yoy menjadi Rp2.205 triliun per Maret 2026. (*)
Editor: Galih Pratama




