Poin Penting
- Sektor manufaktur Jerman kehilangan 177 ribu pekerja sepanjang 2025, sehingga jumlah pekerjanya tersisa sekitar 6,5 juta orang.
- Industri otomotif mencatat penurunan terbesar, disusul sektor rekayasa mesin dan manufaktur produk logam.
- EY memperkirakan tren penyusutan tenaga kerja masih akan berlanjut, setelah lebih dari 341 ribu pekerjaan hilang sejak 2019.
Moskow – Industri manufaktur Jerman kehilangan sekitar 177 ribu pekerja sepanjang 2025. Penurunan terbesar terjadi di sektor otomotif, yang masih menghadapi tekanan di tengah perlambatan industri.
Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman menyatakan, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur berkurang signifikan selama 2025.
“Pada 2025, jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur Jerman berkurang sebanyak 177.000 orang,” ungkap badan tersebut seperti dilansir Antara.
Baca juga: Enam Pelajar Dairi Bersiap Studi Manufaktur ke Tiongkok
Hingga Desember 2025, badan itu memaparkan, jumlah pekerja di sektor manufaktur tercatat sekitar 6,5 juta orang atau hampir seperlima dari total tenaga kerja resmi di Jerman.
Penurunan tersebut tidak mampu diimbangi oleh pertumbuhan lapangan kerja di sektor lain. Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja di seluruh sektor ekonomi Jerman menyusut 108 ribu orang sepanjang 2025.
Tren Penurunan Diperkirakan Berlanjut
Berdasarkan data Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman, industri otomotif dan komponen kendaraan mencatat pengurangan tenaga kerja terbesar, yakni sebanyak 52 ribu orang.
Sementara itu, sektor rekayasa mesin kehilangan 28 ribu pekerjaan dan industri manufaktur produk logam berkurang 24 ribu pekerja.
Baca juga: Dorong Produktivitas dan Efisiensi, Industri Manufaktur Disarankan Adopsi Solusi Berbasis AI
Perusahaan konsultan EY juga melaporkan bahwa hingga akhir kuartal I 2026, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur telah turun 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejak 2019, industri Jerman telah kehilangan sekitar 341.500 lapangan kerja. EY memperkirakan tren penurunan tersebut masih akan berlanjut dan bahkan berpotensi semakin cepat dalam waktu dekat. (*)


