Di Indonesia, aplikasi-aplikasi yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan di sektor FinTech dapat mengisi kekosongan layanan keuangan yang tidak dapat diberikan oleh industri perbankan, sebagai contoh adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum layak mendapatkan bantuan perbankan.
Di tempat yang sama Managing Director, The FinLab Felix Tan menambahkan, pihaknya ingin membantu perusahaan-perusahaan startups untuk tumbuh menjadi bisnis yang berjangka panjang. Untuk mencapai hal tersebut, mereka membutukan sikap yang benar, kesempatan, jaringan yang kuat, serta hubungan baik dengan berbagai pihak yang dibutuhkan.
“Dalam proses seleksi tersebut, perusahaan-perusahaan rintisan memaparkan berbagai ide mereka di hadapan para investor dengan lebih jelas dan percaya diri, yang merupakan dua hal penting dalam menarik perhatian para investor,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More
Poin Penting Indonesia dinilai sangat potensial bagi investor, didukung GMV e-commerce mencapai USD100 miliar dan… Read More
Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More
Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More