Di Indonesia, aplikasi-aplikasi yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan di sektor FinTech dapat mengisi kekosongan layanan keuangan yang tidak dapat diberikan oleh industri perbankan, sebagai contoh adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum layak mendapatkan bantuan perbankan.
Di tempat yang sama Managing Director, The FinLab Felix Tan menambahkan, pihaknya ingin membantu perusahaan-perusahaan startups untuk tumbuh menjadi bisnis yang berjangka panjang. Untuk mencapai hal tersebut, mereka membutukan sikap yang benar, kesempatan, jaringan yang kuat, serta hubungan baik dengan berbagai pihak yang dibutuhkan.
“Dalam proses seleksi tersebut, perusahaan-perusahaan rintisan memaparkan berbagai ide mereka di hadapan para investor dengan lebih jelas dan percaya diri, yang merupakan dua hal penting dalam menarik perhatian para investor,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Saham BBTN menguat 3,27 persen ke Rp1.265, menjadi bank BUMN dengan kenaikan year… Read More