News Update

Lewat The FinLab, UOB Tawarkan Pendanaan ke Fintech

Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk menemukan ide-ide kreatif dari komunitas FinTech yang memiliki potensi menghadirkan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang dinamis.

Menurutnya, UOB Indonesia yakin bahwa memberikan bimbingan dan dukungan terhadap sebuah bisnis akan membantu pelaku Fintech mendapatkan hasil yang optimal. Bagi perusahaan-perusahaan rintisan di Asia yang paling berpotensi, The FinLab menawarkan sebuah suasana yang dapat membantu mereka mentransformasikan inovasi teknologi menjadi layanan keuangan masa depan.

“Dan di saat yang sama program akselarasi The FinLab akan membantu mereka untuk mempercepat pertumbuhan bisnis sehingga mereka menjadi perusahaan yang handal sekaligus pemimpin pasar,” ujar Kevin dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

Sepuluh perusahaan rintisan yang terpilih di program ini akan menerima hampir Rp4,1 miliar dalam bentuk uang tunai dan tunjangan-tunjangan yang terdiri dari tiga hal. Pertama, US$30.000 (Rp284 juta) dalam bentuk uang tunai sebagai modal kerja, dan sebagai imbal baliknya The FinLab memiliki kepemilikan saham sebesar 6 persen. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2 3 4

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

14 hours ago

Biaya Haji Berpotensi Melonjak Imbas Tekanan Global, Ini Usulan Maskapai

Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More

14 hours ago

Ancaman Siber Naik Level, Kaspersky Dorong Perusahaan Terapkan SOC Berbasis AI

Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More

14 hours ago

Dana Perlindungan Pemodal Masih Rendah, SIPF Hadapi Sejumlah Tantangan

Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More

14 hours ago

Konflik Timteng Berisiko Ganggu Internet Global? Ini yang Harus Dilakukan Pelaku Bisnis

Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More

14 hours ago

Bukan Soal Investasi Keamanan Siber, Ini Penyebab Data Nasabah Masih Rawan Dibobol

Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More

14 hours ago