Poin Penting:
- Ledakan Grand Polonia Medan menewaskan tiga orang dari total tujuh korban.
- Korban terakhir ditemukan pukul 18.20 WIB di bawah timbunan bangunan.
- Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.
Jakarta – Ledakan di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, menelan tiga korban jiwa. Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian resmi dihentikan pada Selasa (21/7/2026).
Korban terakhir ditemukan tim SAR gabungan pukul 18.20 WIB. Korban merupakan seorang perempuan yang tertimbun material bangunan.
Dengan penemuan tersebut, seluruh target operasi berhasil dievakuasi. Basarnas memastikan tidak ada lagi korban yang masih berada di lokasi.
Baca juga: Ledakan di SMAN 72 Jakarta, DPR Soroti Pengaruh Media Sosial
Korban Ledakan Ditemukan Bertahap
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim menemukannya di bawah timbunan reruntuhan bangunan.
“Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan,” ujar Hery di Medan dikutip 22 Juli 2026.
Sebelumnya, tim SAR menemukan korban pertama pada pukul 02.20 WIB. Korban kedua kemudian dievakuasi sekitar pukul 15.40 WIB.
Ketiga korban berjenis kelamin perempuan. Korban terakhir langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses lanjutan.
“Korban ketiga telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh pemangku kebijakan terkait,” katanya.
Operasi Pencarian Kerahkan Empat Tim SAR
Proses pencarian melibatkan empat Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing tim menjalankan tugas berbeda sesuai kondisi lapangan.
SRU I melakukan pencarian menggunakan drone thermal. SRU II memperluas penyisiran dengan metode ASR 1 serta mengidentifikasi potensi bahaya.
SRU III memfokuskan pencarian pada struktur bangunan menggunakan metode ASR 3 dan peralatan ekstrikasi. SRU IV mengevakuasi reruntuhan memakai crane, ekskavator, mobil tangga pemadam kebakaran, dan alat pemotong besi.
Data Akhir Korban Ledakan
Berdasarkan data akhir, terdapat tujuh korban dalam peristiwa ledakan tersebut. Empat orang berhasil selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia.
Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Hery mengatakan keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja seluruh personel yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.
“Dengan ditemukan-nya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” ujarnya.
Baca juga: Pertamina Pangkas Harga LPG Bright Gas, Ini Daftar Tarif Terbarunya
Hasil Deteksi Gas oleh PGN
PT PGN (Persero) Tbk menurunkan tim teknis dan tanggap darurat guna menangani insiden ledakan tersebut.
Area Head PGN Medan Agus Kurniawan, dalam keterangannya, mengatakan pihaknya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada para korban yang terdampak atas insiden tersebut.
Ia menyampaikan prioritas utama PGN adalah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas.
Tim PGN juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian.
“Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada malam di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian,” ujarnya. (*)
Editor: Galih Pratama


