Poin Penting
- Laba bersih konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp30,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 24,4 persen secara tahunan.
- Kredit bank only Bank Mandiri tumbuh 19,9 persen menjadi Rp1.592 triliun, melampaui pertumbuhan kredit industri.
- Penyaluran kredit ke ekosistem pemerintah dan BUMN tumbuh 41,6 persen menjadi Rp489 triliun.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 24,4 persen secara year-on-year (yoy), didukung pendapatan yang meningkat 10,3 persen yoy.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo, mengatakan bahwa pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil nyata dari ekspansi kredit yang tumbuh sehat dan terarah, bukan pertumbuhan sesaat.
“Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia,” ucap Totok dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Bank Mandiri: Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Dorong Pertumbuhan Kredit
Kemudian, BMRI juga mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp1.592 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara tahunan atau yoy.
Peningkatan penyaluran kredit itu melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri yang hanya sebesar 12,7 persen yoy per Juni 2026, berdasarkan data Bank Indonesia (BI).
Pertumbuhan intermediasi tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin sehat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy.
Posisi DPK Bank Mandiri itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri yang sebesar 10,2 persen yoy pada periode yang sama.
Kredit Pemerintah dan BUMN Tumbuh 41,6 Persen
Adapun, pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp489 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 41,6 persen yoy melalui pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.
Ekspansi ini tetap dijalankan secara prudent, sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang menjadi acuan Bank Mandiri di setiap penyaluran pembiayaan di seluruh segmen.
Baca juga: Bank Mandiri Respons Kenaikan BI Rate, Fokus Perkuat Value Chain dan Digitalisasi
Sementara itu, pada ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerakyatan, penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen yoy menjadi Rp31,3 triliun.
Dalam hal ini, Bank Mandiri memberikan akses pembiayaan yang inklusif dan berkualitas secara merata bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan UMKM. (*)
Editor: Yulian Saputra


