Agar lebih optimal dalam mendukung kegiatan produktif, Presiden Joko Widodo menginginkan kualitas penyaluran UMKM dan KUR diperbaiki dan lebih menjangkau semua sektor, terutama sektor produktif. Pada 2017, dari target penyaluran KUR sebesar Rp120 triliun, yang mengucur ke sektor produktif diharapkan mencapai 40%. Mengarahkan pembiayaan UMKM ke sektor produktif seperti IKM penting dilakukan untuk mendukung sektor industri manufaktur.
Namun, diperlukan peningkatan kemampuan dan spesialisasi berdasarkan competitive advantage agar IKM lebih berkembang dan kompetitif. Juga, dukungan antarinstansi dan lembaga pemerintah yang berperan dalam memberikan pendampingan untuk menjadikan IKM sebagai bagian dari mata rantai pasokan industri maupun barang substitusi impor.
Bila perbankan melihat IKM dan sektor padat karya kurang menarik karena pertimbangan risiko, melalui pemantapan skema produksi dan bisnis, skema penjaminan kredit selanjutnya dapat menjadi solusi untuk mendorong pembiayaan ke sektor-sektor tersebut. Dengan mendorong IKM, kontribusi UMKM terhadap perekonomian diharapkan bisa ditingkatkan, tidak hanya memperluas distribusi kue pembangunan ekonomi, tapi juga ikut memperkuat struktur perekonomian. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More