Jakarta–Avrist Asset Management (Avram) perusahaan manajer investasi pengelola reksa dana mencatat, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga kuartal I-2017 sebesar Rp1,08 triliun. Nilai tersebut tumbuh 20 persen dari posisi akhir tahun 2016 yang sebesar Rp800 miliar.
Direktur Avram, Hanif Mantiq, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 10 April 2017 mengatakan, bahwa total dana kelolaan tersebut ditopang oleh produk-produk reksa dana yang dimiliki perusahaan yang terdiri dari reksa dana terbuka dan reksa dana Terstruktur (Reksa Dana Terproteksi).
Menurutnya, saat ini 90 persen reksa dana Avram didominasi oleh reksa dana terbuka, sementara 10 persen sisanya di reksa dana terstruktur. Reksa dana terbuka Avram sebagian besar atau separuhnya merupakan reksa dana pendapatan tetap, 30 persen adalah reksa dana saham dan 10 persen sisanya di reksa dana campuran. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Selain mengelola Reksa Dana konvensional, Avram juga mengelola Reksa Dana Syariah yang saat ini porsinya sudah mencapai 17 persen dari seluruh dana kelolaan,” ujarnya.
Saat ini total nasabah Avram berjumlah 420 nasabah, yang terdiri dari 72 nasabah institusi (Perusahaan, Yayasan, Asuransi, dan Dana Pensiun) dan 347 nasabah perorangan. Adapun agen penjual yang menjadi partner utama adalah, Bareksa (PT Buana Capital), PT Indopremier Online Trading Fund (PT IPOT Fund) dan PT Philip Securities.
“Ke depan kami akan terus menambah jumlah nasabah institusi melalui direct marketing dan nasabah perorangan individual melalui agen penjual dan fasilitas transaksi online,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




