Poin Penting
- OJK menerbitkan panduan AI perbankan untuk menghadapi lonjakan kejahatan siber dan penipuan online
- Perbankan menggencarkan literasi keuangan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital
- Bank Woori Saudara mengedukasi siswa di Semarang soal keamanan digital dan pentingnya menabung.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menerbitkan panduan tata kelola artificial intelligence (AI) bagi industri perbankan di Indonesia pada 2025 sebagai respon atas meningkatnya penggunaan teknologi AI di sektor perbankan yang turut diiringi berbagai risiko kejahatan digital (cyber crime).
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, 3,64 miliar anomali serangan siber di Indonesia hanya dalam periode Januari hingga Juli 2025, hampir menyamai total seluruh anomali dalam lima tahun terakhir.
OJK bersama Indonesia Anti Scam Center (IASC) melaporkan, kerugian akibat penipuan online melampaui Rp2,6 triliun hingga Mei 2025.
Angka-angka ini menegaskan bahwa penipuan digital di Indonesia bukan lagi ancaman potensial, melainkan krisis aktif yang membutuhkan respons sistemik.
Baca juga: BSSN Tegaskan Blueprint Nasional Keamanan Siber Bisa Diadopsi Seluruh Industri
Kondisi krisis digital crime ini mendorong lembaga keuangan perbankan melakukan langkah proaktif untuk menekan angka kerugian akibat penipuan online. Antara lain dengan menggencarkan literasi keuangan perbankan.
Tak hanya di Jakarta sebagai pusat transaksi keuangan, perbankan juga menyasar kota-kota besar lain sebagai target literasi keuangan. Seperti yang dilakukan Bank Woori Saudara (BWS), dengan melakukan literasi keuangan perbankan di Semarang pada April lalu.
Melalui kegiatan SparkFest Sekolah Terang Bangsa pada ultahnya ke-19, BWS melalukan literasi di depan 150 siswa dan guru.
“Kita menyampaikan materi kewaspadaan terhadap kejahatan digital yang saat ini marak terjadi terutama bagi para pengguna aplikasi perbankan digital,” ujar Dhimas Anang dari KCP BWS Semarang.
Selain materi waspada kejahatan digital, Anang juga memberikan materi cara bijak menabung untuk siswa.
“Pemberian edukasi ini merupakan salah satu kegiatan CSR yang rutin dilaksanakan oleh Bank Woori Saudara,” jelasnya.
Baca juga: OJK Terbitkan Panduan AI Perbankan, Antisipasi Lonjakan Serangan Siber
Melalui edukasi yang diberikan ke para generasi muda, kata dia, BWS berharap mereka paham tentang cara menabung yang bijak serta keuntungan dari menabung untuk masa depan.
“Bank Woori Saudara terus berupaya berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, terlebih dalam memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan sebagai tanggung jawab perusahaan,” tutupnya. (*) DW


