Poin Penting
- BI mencatat kredit UMKM tumbuh 1 persen menjadi Rp1.519,1 triliun pada Juni 2026.
- Pertumbuhan didorong oleh peningkatan kredit mikro, kecil, dan menengah, terutama kredit investasi.
- Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan tumbuh 12,1 persen menjadi Rp8.916,7 triliun.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Juni 2026 tumbuh tipis 1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.519,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,6 persen yoy.
Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kinerja kredit UMKM dengan skala usaha menengah.
Secara rinci, kredit UMKM pada skala mikro mengalami pertumbuhan sebesar 1,5 persen yoy menjadi Rp664,1 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,6 persen.
Baca juga: Kredit UMKM Melambat Meski Kredit Perbankan Tumbuh 10,51 Persen, Ini Penyebabnya
Sementara itu, kredit untuk usaha kecil tumbuh 0,1 persen yoy menjadi Rp517,3 triliun. Capaian ini membaik setelah pada Mei 2026 masih mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen.
Adapun kredit pada segmen usaha menengah meningkat 1,6 persen yoy menjadi Rp337,7 triliun. Meski tetap tumbuh, lajunya sedikit melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 1,8 persen.
Kredit Investasi Jadi Penopang
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit UMKM pada Juni 2026 terutama berasal dari kredit investasi, yang melonjak 13,5 persen yoy menjadi Rp510,6 triliun.
Di sisi lain, kredit modal kerja masih mengalami kontraksi sebesar 4,3 persen yoy menjadi Rp1.008,5 triliun.
Baca juga: Kredit UMKM Mulai Pulih, OJK Optimistis Tumbuh Positif hingga Akhir 2026
Kredit Perbankan Tumbuh 12,1 Persen
Secara keseluruhan, penyaluran kredit pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp8.916,7 triliun atau tumbuh sebesar 12,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 sebesar 10,8 persen (yoy).
Peningkatan kredit didorong oleh akselerasi pembiayaan kepada debitur korporasi yang tumbuh 19,3 persen yoy, naik dari 17,2 persen pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh 3,5 persen yoy, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang sebesar 3,4 persen yoy. (*)
Editor: Yulian Saputra


