Poin Penting
- Kredit properti perbankan tumbuh 17,5 persenyoy menjadi Rp1.684,9 triliun pada April 2026, stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya
- Kredit konstruksi tumbuh 46 persen menjadi Rp569,4 triliun meski melambat, sementara kredit real estate naik 13,9 persen dan KPR/KPA tumbuh 4,8 persen
- Total kredit perbankan mencapai Rp8.606,6 triliun atau tumbuh 9,4 persen yoy pada April 2026, didorong peningkatan kredit korporasi 14,5 persen dan kredit perorangan 3,4 persen.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti hingga April 2026 tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.684,9 triliun. Angka ini relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 17,5 persen yoy.
Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti tersebut terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan kredit konstruksi sementara pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)
Secara rinci, kredit properti pada segmen konstruksi tumbuh sebesar 46 persen menjadi Rp569,4 triliun, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 47,2 persen yoy.
Baca juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen, Kredit Investasi Melonjak 19,48 Persen
Sementara, kredit real estate tumbuh sebesar 13,9 persen menjadi Rp270,4 triliun. Angka ini naik jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 12,9 persen.
Kemudian, kredit properti KPR dan KPA juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen yoy pada April 2026 menjadi Rp845,1 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding Maret 2026 yang tumbuh 4,5 persen yoy.
Baca juga: OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Positif pada Semester II 2026
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada April 2026 meningkat. Penyaluran kredit pada April 2026 tercatat sebesar Rp8.606,6 triliun atau tumbuh sebesar 9,4 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen yoy.
Peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan yang tumbuh masing-masing sebesar 14,5 persen yoy dan 3,4 persen yoy. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,9 persen yoy dan 3,0 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama


