Jakarta–PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatat total penyaluran kredit hingga akhir Desember 2016 mencapai Rp5,8 triliun. Kucuran kredit tumbuh 22 persen dibandingkan dengan akhir 2015 yang sebesar Rp4,7 triliun.
Direktur Utama Bank Sampoerna, Ali Rukmijah mengatakan, dari total penyaluran kredit tersebut, sekitar 70 persen disalurkan kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sedangkan sisanya disalurkan kepada non-UMKM sebesar 29 persen dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 1 persen.
“Walaupun ekspansi penyaluran kredit terus meningkat, Bank Sampoerna tetap mampu menjaga kinerja manajemen risiko. Hal ini dapat dilihat dari angka NPL net yang berada di tingkat 2,7 persen, di bawah ketentuan dari regulator sebesar 5 persen,” ujar Ali dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 29 Maret 2017.
Dia mengungkapkan, bahwa peningkatan penyaluran kredit tersebut juga diikuti dengan peningkatan total aset. Per Desember 2016, total aset Bank Sampoerna tercatat sebesar Rp7,5 triliun meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp6,2 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More