Jubir KPK, Tessa Mahardika. (Tangkapan layar YouTube KPK: Julian)
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus dugaan korupsi pada proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina tahun 2018-2023. Proses penyidikan ini sudah dimulai sejak September 2024.
“Kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak September 2024,” ungkap Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 20 Januari 2025.
Tessa mengonfirmasi bahwa penyidik KPK telah mengantongi nama tersangka. Namun, hingga kini, identitas pihak yang diduga terlibat belum diungkap ke publik. “Sudah ada tersangka,” ujarnya singkat.
Baca juga: Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Mangkir karena Ada Pengajian, Polisi Buka Opsi Jemput Paksa
Dalam upaya memperkuat penyidikan, KPK telah memeriksa setidaknya sembilan saksi yang dianggap memiliki informasi penting terkait kasus ini. Nama-nama saksi yang diperiksa mencakup beberapa figur penting.
Kesembilan saksi itu di antaranya, yaitu Koordinator Pengawasan BBM di BPH Migas Agustinus Yanuar Mahendratama, Head of Outbound Purchasing PT SCC Aily Sutedja, VP Corporate Holding and Portfolio IA PT Pertamina Anton Trienda, dan eks VP Sales Enterprise PT Packet Systems Antonius Haryo Dewanto.
Baca juga: Diperiksa KPK 1,5 Jam di Kasus LNG Pertamina, Ahok: Kita Temukan Waktu Saya jadi Komut
Berikutnya, Komisaris PT Ladang Usaha Jaya Bersama Charles Setiawan, VP Sales Support PT Pertamina Patra Niaga Ariwibawa, mantan Direktur PT Dabir Delisha Indonesia Asrul Sani, mantan Direktur Sales & Marketing PT Pins Indonesia Benny Antoro, dan mantan Direktur PT LEN Industri Bobby Rasyidin.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” pungkas Tessa. (*)
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More