Ketua KPK, Setyo Budiyanto memimpin pelantikan 40 insan KPK yang terdiri dari 9 penyelidik dan 31 penyidik, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025. (Foto: Dok. KPK)
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat daya gempur pemberantasan korupsi. Sebanyak 40 insan KPK, terdiri dari 9 penyelidik dan 31 penyidik, resmi dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/7).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dan disaksikan jajaran pejabat struktural serta sivitas internal lembaga antirasuah.
Dalam sambutannya, Setyo menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif. Lebih dari itu, kata dia, proses ini mencerminkan komitmen moral dan profesional untuk memperkuat garda terdepan dalam penegakan hukum.
“Saudara-saudara adalah ujung tombak penegakan hukum, KPK percaya dengan kapasitas dan integritas yang dimiliki, saudara akan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya khususnya dalam memperkuat upaya penindakan sebagai pendekatan yang membawa efek jera bagi pelaku korupsi,” ujar Setyo, dikutip dari laman resmi KPK, Sabtu, 19 Juli 2025.
Baca juga: KPK Lelang 199 Koleksi Barang-Barang Gratifikasi
Setyo juga menekankan pentingnya kolaborasi antarunit dan antarindividu di lingkungan KPK. Ia meminta agar penyelidik dan penyidik baru membangun sinergi dengan para personel yang lebih dulu bertugas.
“Pelimpahan tugas dan wewenang harus dimaknai secara tepat. Fungsi kontrol dan manajerial tetap berada di tangan pimpinan yang harus dimaknai secara tepat,” jelasnya.
Meski tidak semua penyelidik dan penyidik berlatar belakang hukum, Setyo menilai hal itu bukan hambatan. Menurutnya, pemahaman hukum bisa terus diasah melalui proses belajar yang konsisten serta bimbingan dari mentor berpengalaman.
Ia menegaskan bahwa efektivitas kerja penindakan sangat bergantung pada pemahaman hukum yang kuat dan kemampuan untuk menjalin kerja sama lintas unit maupun dengan institusi penegak hukum lainnya.
Menutup sambutannya, Setyo menekankan bahwa seluruh tindakan hukum harus mengacu pada prinsip Pro Justitia, yaitu demi keadilan. Penegakan hukum, kata dia, harus sah secara hukum, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta berlandaskan kode etik.
“Tindakan hukum yang dilakukan tidak hanya harus sah secara hukum, tetapi juga mencerminkan keabsahan dan kekuatan mengikat surat perintah penegakan hukum yang dijalankan,” tegasnya.
Baca juga: Resmi! OJK Kukuhkan Anggota KPKS, Berikut Susunan, Tujuan dan Fungsinya
Pelantikan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kelembagaan yang dijalankan secara berkelanjutan oleh KPK. Dengan penambahan personel penyelidikan dan penyidikan, lembaga berharap kualitas penanganan kasus korupsi ke depan makin tajam, profesional, dan berkeadilan. (*)
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More