Poin Penting
- Perpanjangan kerja sama BSSN–Kaspersky untuk memperkuat keamanan siber nasional, melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan sejak 2021
- Fokus pada peningkatan kapasitas dan kebijakan, termasuk pengembangan SDM, diskusi regulasi, serta perlindungan sektor strategis dari ancaman siber
- Pertukaran intelijen dan keahlian global guna meningkatkan kemampuan deteksi, respons, dan ketahanan siber Indonesia di tengah ancaman yang makin kompleks.
Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menandatangani perpanjangan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan keamanan siber berskala global Kaspersky. Kolaborasi ini dalam rangka meningkatkan keamanan siber di seluruh Indonesia.
Penandatanganan MoU ini melanjutkan kerja sama yang sudah berlangsung sejak 2021 silam. pihak. Sejak itu, baik Kaspersky dan BSSN sering melakukan pertemuan maupun pertukaran informasi satu dengan lainnya.
BSSN secara teratur berpartisipasi dalam acara internasional Kaspersky, termasuk mengunjungi Pusat Transparansi Kaspersky di Swiss, dan menghadiri KTT Analis Keamanan tahunan Kaspersky di Thailand dan Indonesia.
Deputi Kebijakan Strategi Keamanan Siber dan Kriptografi BSSN, R. Tjahjo Kurniawan mengatakan, tantangan keamanan siber makin kompleks dan beragam.
“Tantangan keamanan siber menjadi semakin kompleks dan beragam, kami berharap dapat bergabung untuk meningkatkan kesadaran dan membangun generasi baru ahli yang dapat menanggapi tantangan ini,” ujarnya dikutip Rabu, 15 April 2026.
Baca juga: Di Balik Efisiensi, AI Bawa Risiko Ancaman Siber Baru
Sementara, Heng Lee, Director of Government Affairs and Public Policy untuk Asia Pasifik dan Jepang Kaspersky, menilai BSSN telah berada di garis depan kepemimpinan pemikiran keamanan siber dan memberikan panduan tentang isu-isu strategis seperti kriptografi pasca-kuantum kepada industri.
“Kami ingin terlibat lebih jau dalam perlindungan ranah siber. Dengan memanfaatkan keahlian global kami, kami berharap dapat berkontribusi secara berarti untuk lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh di Indonesia,” beber Hong Lee.
Selanjutnya, Adrian Hia, Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, mengatakan isu pertahanan siber semakin krusial seiring dengan transformasi digital dalam negeri. MoU antara Kaspersky dan BSSN dapat memperkuat komitmen bersama untuk memajukan lanskap keamanan siber Indonesia.
“Ke depannya, kolaborasi ini akan memungkinkan kami untuk berinvestasi dalam pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan kerangka kerja yang akan mendukung ketahanan siber negara ini bahkan untuk tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Isi Perjanjian Kaspersky dan BSSN
Kolaborasi antara Kaspersky dan BSSN mencakup sejumlah inisiatif strategis, mulai dari penguatan kebijakan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber.
Dalam aspek kebijakan, kedua pihak akan terlibat dalam berbagai diskusi dan inisiatif terkait regulasi keamanan siber.
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan sektor-sektor strategis sekaligus mendorong pengembangan lanskap keamanan siber nasional yang lebih kokoh.
Baca juga: Ancaman Siber Naik Level, Kaspersky Dorong Perusahaan Terapkan SOC Berbasis AI
Selain itu, kerja sama ini juga membuka ruang pertukaran wawasan global, praktik terbaik, serta intelijen ancaman.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang terus berkembang.
Di sisi teknis, Kaspersky dan BSSN akan berbagi keahlian, temuan riset, serta informasi keamanan siber yang relevan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan deteksi, respons, hingga sistem pertahanan siber secara menyeluruh. (*) Mohammad Adrianto Sukarso




