Poin Penting
- AI mendorong pembelajaran lebih personal, adaptif, dan sesuai kebutuhan tiap siswa.
- Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 menyoroti transformasi pendidikan berbasis teknologi di kawasan Asia Pasifik.
- Implementasi AI butuh dukungan infrastruktur dan kesiapan institusi menghadapi perubahan digital.
Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Proses belajar yang sebelumnya seragam kini berkembang menjadi lebih personal, adaptif, dan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Perubahan tersebut menjadi sorotan dalam Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 yang diselenggarakan Acer Inc. di Jakarta pada 22-23 April 2026. Forum ini mempertemukan pendidik, akademisi, pembuat kebijakan, dan pelaku industri teknologi dari berbagai negara Asia Pasifik untuk membahas masa depan pendidikan di era AI.
Mengusung tema “Future-Ready Learning: AI, Innovation, and Human-Centered Education”, forum ini menekankan pentingnya teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan manusia dalam proses pembelajaran.
Baca juga: Adopsi AI hingga Masuknya Pemain Baru Jadi Tantangan Industri 2026
Presiden Pan Asia Pacific Operations Acer Inc., Andrew Hou, mengatakan transformasi pendidikan yang bermakna harus berangkat dari kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Acara ini komitmen berkelanjutan kami dalam membentuk masa depan pendidikan melalui teknologi. Kami percaya bahwa transformasi yang bermakna terjadi ketika inovasi berangkat dari kebutuhan manusia,” ujarnya, dikutip pada Jumat, 24 April 2026.
AI Dorong Pembelajaran Lebih Personal
Forum ini dihadiri delegasi dari berbagai negara, seperti Australia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Penyelenggaraan di Indonesia mencerminkan semakin pentingnya peran Indonesia dalam ekosistem pendidikan digital di kawasan Asia Pasifik.
Dalam forum tersebut, pembahasan mengenai AI tidak hanya berhenti pada penggunaan teknologi di ruang kelas, tetapi juga bagaimana AI dapat mengubah pendekatan belajar secara menyeluruh.
Baca juga: Kemensos Ajukan Ribuan Guru untuk Sekolah Rakyat, Rekrutmen Segera Dibuka?
Salah satu yang menjadi perhatian adalah konsep pembelajaran berbasis AI yang diperkenalkan oleh peneliti dari MIT Media Lab melalui Learning Foundry for AI and Robotics (FAIR). Konsep ini mendorong sistem pembelajaran yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
AI dinilai memungkinkan metode belajar disesuaikan dengan kemampuan tiap siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dibanding pendekatan konvensional yang seragam.
Implementasi AI Meluas ke Berbagai Bidang
Selain itu, forum ini juga membahas bagaimana AI mulai diterapkan di berbagai bidang pendidikan, termasuk pendidikan kesehatan. Pemanfaatan AI disebut dapat membantu peserta didik memahami kasus dan situasi nyata secara lebih mendalam, bukan sekadar menghafal teori.
“Karena itu, ajang ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pendidik, institusi, dan pembuat kebijakan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan siap menghadapi masa depan di seluruh kawasan,” imbuh Andrew.
Baca juga: Pemerintah Resmi Ubah Skema MBG, Siswa Tak Lagi Terima saat Libur Sekolah
Namun, perkembangan AI di dunia pendidikan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Implementasi AI membutuhkan kesiapan infrastruktur teknologi yang memadai serta kemampuan institusi pendidikan untuk beradaptasi dengan perubahan digital yang cepat.
Karena itu, dalam acara tersebut turut diperkenalkan berbagai solusi infrastruktur AI dan perangkat berbasis AI untuk mendukung pembelajaran modern, termasuk lini perangkat terbaru seperti Acer TravelMate P4 Spin 14 AI dan Acer TravelMate P2 AI yang dirancang untuk mendukung aktivitas belajar lebih interaktif dan fleksibel. (*) Alfi Salima Puteri








