Poin Penting
- AXA Mandiri dan Pemprov DKI libatkan 50+ relawan, donasi komposter, dan pelatihan olahraga di RPTRA Rasamala.
- AXA Mandiri berikan edukasi keuangan bagi perempuan dan ibu untuk dorong kemandirian ekonomi keluarga.
- Kolaborasi tersebut mendorong ekonomi sirkular 5R guna kurangi sampah dan dampak lingkungan.
Jakarta – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggerakkan lebih dari 50 karyawan untuk menjadi relawan dalam rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rasamala, Jakarta Selatan, 20 April 2026.
Pada kesempatan tersebut, AXA Mandiri mendonasikan komposter serta menghadirkan coaching clinic olahraga (basket dan futsal) bagi siswa SD MI Al‑Husna.
Chief Communication Officer AXA Mandiri, Atria Rai menjelaskan, tak hanya berfokus pada isu lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi literasi dan edukasi keuangan bagi pelaku usaha mikro perempuan serta para ibu di sekitar area RPTRA Rasamala.
“Program ini bertujuan untuk membekali komunitas sekitar dengan pengetahuan dasar pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan keluarga, serta pemahaman pentingnya perlindungan finansial guna mendukung kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Atria.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Mampu Tahan Lonjakan Rasio Utang
Dorong Percepatan Ekonomi Sirkular
Melalui kolaborasi ini, lanjut Atria, AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta turut mendorong percepatan ekonomi sirkular, yang mengintegrasikan inovasi, kesadaran lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Adapun ekonomi sirkular mengusung pendekatan 5R, yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengompos), dengan fokus utama pada pencegahan timbulan sampah sejak dari sumbernya.
“Kami percaya bahwa kebiasaan memilah sampah dan mengelolanya kembali menjadi sesuatu yang bernilai tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekonomi sirkular di masyarakat. Di saat yang sama, penguatan literasi keuangan—khususnya bagi perempuan—menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi keluarga,” tambah Atria.
Baca juga: AXA Mandiri Ajak Anak Belajar Finansial Lewat Kegiatan Interaktif
Pengelolaan sampah yang baik berkontribusi signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendukung upaya global dalam menekan jejak karbon.
“Jika sampah dikelola dan didaur ulang dengan tepat, tingkat pencemaran lingkungan dapat ditekan secara signifikan. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk bagi tanaman. Inisiatif kecil seperti ini, jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif, dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Atria.
Sekadar informasi tambahan, Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa total timbunan sampah nasional pada 2025 mencapai 25,14 juta ton, dengan 40,76 persen berupa sisa makanan. (*)








