Poin Penting
- Rumah Koran menjadi titik awal peningkatan literasi masyarakat Desa Kanreapia.
- Literasi mendorong kemajuan pertanian hingga desa berkembang menjadi sentra sayuran di Sulawesi Selatan.
- Pendampingan melalui Desa Sejahtera memperkuat pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Jakarta – Desa Kanreapia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayuran terbesar di provinsi tersebut. Namun, kemajuan itu berawal dari sebuah ruang belajar sederhana bernama Rumah Koran.
Setiap pagi, hasil panen sayuran dari desa ini didistribusikan ke berbagai daerah di Sulsel. Kondisi tersebut berbeda jauh dibanding beberapa dekade lalu ketika masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan dan informasi.
Perubahan mulai terjadi ketika Jamaluddin Daeng Abu mendirikan Rumah Koran dengan memanfaatkan lembaran koran yang ditempel di dinding kandang bebek. Inisiatif yang mengantarkannya meraih Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 Bidang Pendidikan itu bertujuan meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Baca juga: Prabowo Sebut Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun, Mentan: Itu Dugaan Penipuan Beras
Melalui Rumah Koran, warga mulai terbiasa membaca dan memahami informasi, termasuk petunjuk penggunaan benih pertanian. Peningkatan literasi tersebut kemudian menjadi fondasi bagi berkembangnya sektor pertanian, pelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Literasi Dorong Kemajuan Pertanian
Saat ini, Desa Kanreapia memiliki dua Rumah Koran yang tidak hanya menjadi pusat belajar masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi.
Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2021, berbagai upaya pemberdayaan dilakukan untuk memperkuat potensi desa. Pendampingan meliputi peningkatan literasi, pengembangan pertanian organik, pelestarian sumber mata air, pembangunan embung, pengembangan hortikultura, hingga pemasaran hasil panen.
“Astra percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan berawal dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Melalui Desa Sejahtera Astra, kami terus mendampingi masyarakat melalui kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan agar potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resminya, Selasa (29/7).
Baca juga: Banggar Soroti Dana Desa Dipotong Drastis dalam RAPBN 2027
Pendampingan tersebut telah menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat. Selain itu, Sekolah Alam Desa Sejahtera Astra Kanreapia juga rutin meluluskan sekitar 15 peserta didik setiap tahun sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Hasil Panen Turut Dibagikan kepada Masyarakat
Peningkatan literasi membuat petani tidak lagi mengandalkan pengalaman semata dalam bercocok tanam. Mereka mulai memanfaatkan informasi dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas budidaya.
Dampaknya, produktivitas pertanian terus meningkat hingga Desa Kanreapia berkembang menjadi salah satu sentra sayuran terbesar di Sulsel yang menopang perekonomian masyarakat setempat.
Manfaatnya tidak hanya dirasakan petani. Sebagian hasil panen juga disalurkan melalui program Sedekah Sayur kepada sekitar 100 panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan di Sulsel.
Transformasi Desa Kanreapia menunjukkan bahwa peningkatan literasi dapat menjadi pintu masuk bagi pembangunan yang lebih luas, mulai dari pendidikan, pertanian, pelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. (*)


