Ketatnya likuiditas perbankan juga jadi sinyal bahwa kinerja saham perbankan secara umum masih belum optimal. (Baca juga: Menakar Laju Kredit Perbankan di 2017)
“LDR masih di atas 90%, sementara kredit macet (NPL) makin mencekik bank yakni di atas 3,2%. Alhasil beberapa saham bank pelat merah masih bergerak mixed,” tambahnya.
Window dressing selama akhir tahun 2016, lanjutnya, ikut mendongkrak kinerja saham bank BUMN contohnya BMRI (Bank Mandiri Tbk).
Angin segar justru datang dari penguatan kurs rupiah terhadap dolar selama 1 minggu terakhir. Kurs bergerak di rentang Rp13.300-13.470/USD. Namun apresiasi kurs ini rentan berbalik arah saat rapat Fed di awal Februari. (Bersambung ke halaman berikutnya)




