Poin Penting
- Bank BPD Bali resmi naik kelas ke KBMI 2 setelah modal inti menembus Rp6,064 triliun.
- Laba bersih semester I 2026 tumbuh 17,67 persen menjadi Rp755,75 miliar, dengan aset mencapai Rp42,74 triliun.
- Perseroan memperkuat pembiayaan UMKM, transformasi digital, serta tata kelola dan manajemen risiko.
Denpasar – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan kinerja positif sepanjang triwulan II 2026 sekaligus menorehkan tonggak sejarah baru (milestone) dengan resmi masuk ke dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
Pencapaian tersebut diraih setelah modal inti perseroan menembus Rp6,064 triliun, melampaui ketentuan minimum Rp6 triliun sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Capaian ini juga sejalan dengan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan kenaikan status menjadi KBMI 2 didorong oleh penguatan permodalan yang konsisten melalui penyertaan modal pemerintah daerah sebagai pemegang saham hingga mencapai Rp3,63 triliun pada Juni 2026.
“Naik kelasnya Bank BPD Bali tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur permodalan yang akan memperluas ruang ekspansi dan peningkatan kapasitas layanan tetapi juga mempertegas komitmen untuk terus bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang semakin tangguh, inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca juga: KUR Bank BPD Bali Tembus Rp960 Miliar, UMKM Sektor Produksi jadi Prioritas
Hingga Juni 2026, total aset Bank BPD Bali mencapai Rp42,74 triliun atau tumbuh 5,75 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp40,41 triliun.
Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp35,05 triliun atau naik 3,88 persen (yoy), dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 65,31 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 7,08 persen menjadi Rp25,85 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,94 persen dan NPL nett 0,03 persen.
Dari sisi profitabilitas, Bank BPD Bali membukukan laba bersih Rp755,75 miliar atau meningkat 17,67 persen dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp642,28 miliar.
Fokus Perkuat UMKM dan Layanan Digital
Bank BPD Bali terus menjadikan sektor produktif dan UMKM sebagai prioritas pembiayaan. Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp1,17 triliun atau 64,55 persen dari target tahun ini sebesar Rp1,8 triliun
Secara kumulatif, penyaluran KUR telah mencapai Rp11,45 triliun, dengan 73,31 persen dialokasikan kepada debitur baru. Pembiayaan difokuskan pada sektor pertanian, kelautan, serta industri perajin untuk mendukung ekonomi lokal Bali.
Di sisi digital, Bank BPD Bali terus mengembangkan berbagai layanan, seperti BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, QRIS Cross Border, hingga pengembangan fitur QRIS Tap guna memperluas ekosistem pembayaran digital.
Baca juga: Bank BPD Bali Salurkan Kredit Rp114,11 M ke Klungkung, Dorong Infrastruktur Nusa Penida
Selain itu, perseroan memperkuat keamanan teknologi informasi, keamanan siber, dan perlindungan data guna meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah.
Perkuat Tata Kelola dan Literasi Keuangan
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan, Bank BPD Bali memperoleh Sertifikat Rekognisi Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dengan predikat “Baik/Matang” (Good/Mature Level).
Di bidang literasi keuangan, perseroan telah menyelenggarakan 324 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 22 ribu peserta melalui berbagai program, seperti Goes to Banjar, Goes to School, Goes to Campus, hingga edukasi bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), aparatur sipil negara (ASN), dan pensiunan. (*)


