Poin Penting
- BCA dan Batavia meluncurkan Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD (BAGOS).
- Produk ini menyasar nasabah dengan profil risiko agresif dan berinvestasi pada sektor emas serta logam.
- Pembelian awal BAGOS mulai USD10.000 dengan pembelian berikutnya minimal USD100.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkolaborasi dengan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) meluncurkan Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD (BAGOS).
Produk Reksa Dana berbasis syariah dalam mata uang dolar AS ini ditujukan bagi nasabah dengan profil risiko agresif yang ingin melakukan diversifikasi investasi sekaligus memperoleh eksposur ke pasar global.
BAGOS berinvestasi pada perusahaan pertambangan, terutama subsektor emas, perak, logam mulia, dan tembaga. Produk ini juga memiliki diversifikasi pada industri logam dan pertambangan lainnya.
Baca juga: Saham Tertekan, Dua Instrumen Investasi Ini Jadi Pilihan Nasabah BCA
Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengatakan, peluncuran BAGOS menjadi langkah strategis untuk memperluas pilihan instrumen investasi bagi nasabah dengan profil risiko agresif.
“Di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi BCA dengan Batavia melalui peluncuran Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD ini diharapkan mampu memberikan ragam pilihan investasi bagi nasabah dengan profil risiko agresif yang menginginkan eksposur pada sektor emas dan logam mulia,” ujar Haryanto dalam keterangan resmi, Sabtu, 12 September 2026.
Produk BAGOS dapat dibeli dengan investasi awal mulai USD10.000. Sementara pembelian berikutnya minimal USD100.
Produk tersebut memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin mendiversifikasi aset dalam mata uang dolar AS melalui pasar saham global.
Baca juga: BCA dan Batavia Prosperindo AM Luncurkan Reksa Dana Saham Syariah BISEU
BCA dan Batavia Perluas Kolaborasi
Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi menyambut baik perluasan kerja sama dengan BCA melalui peluncuran BAGOS.
“Dengan dukungan jaringan distribusi BCA yang luas dan platform digital yang andal, kami optimistis produk ini dapat menjadi solusi diversifikasi bagi nasabah dalam mengelola portofolio valuta asing mereka,” kata Lilis. (*)
Editor: Yulian Saputra


