Poin Penting
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bank Jatim mempercepat transformasi digital dan memperluas pembiayaan UMKM.
- Bank Jatim dinilai memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
- Kinerja Bank Jatim tumbuh positif dengan laba bersih naik 90,41 persen pada kuartal I-2026.
Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bank Jatim mempercepat proses transformasi digital sekaligus meningkatkan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, di tengah penguatan peran bank daerah terhadap ekonomi nasional.
Ia mengatakan, kinerja Bank Jatim menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025, yang tecermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan dana pihak ketiga (DPK).
“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tecermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menunjukkan kemampuan dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten,” ujar Khofifah, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, capaian Bank Jatim ini mampu menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas.
Khofifah pun meminta Bank Jatim untuk memperkuat posisi sebagai regional champion, mengoptimalkan KUB melalui sinergi bisnis, penguatan ekosistem pada masing-masing daerah serta optimalisasi potensi produk syariah.
Baca juga: Khofifah Sebut Bunga KUR Bank Jatim 5,99 Persen jadi Good News bagi Pelaku Usaha
Selain itu, perseroan diminta untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Jatim untuk terus melangkah dengan semangat kolaboratif dan penuh integritas, dalam membangun institusi yang semakin kuat dan membanggakan.
”Dengan sinergi yang solid, kita optimis Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, menuju Jawa Timur yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” jelasnya.
Peran Strategis Bank Jatim untuk Ekonomi Nasional
Khofifah juga menyampaikan Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki peran langsung dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca juga: RUPST Bank Jatim Tebar Dividen Rp850 M, Andry Wicaksono jadi Direktur Manajemen Risiko
”Kita memahami bahwa Jawa Timur saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim menjadi semakin krusial, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat terhubung secara nyata dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Lebih dari itu, Bank Jatim juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil. Artinya, bagaimana program-program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran.
Ke depan, peran strategis Bank Jatim,perlu terus diperkuat dengan digital mindset, bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman.
“Bank Jatim memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya dalam konteks perbankan daerah, tetapi juga dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari jumlah anggota KUB. Bank Jatim menaungi 5 anggota Bank KUB diantaranya NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Banten. Ini merupakan yang terbanyak diantara BPD lainnya yang menjadi induk KUB,” pungkasnya.
Laba Bank Jatim Melonjak 90,41 Persen
Diketahui, dalam RUPST Tahun Buku 2025, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp661 miliar pada kuartal I 2026, naik 90,41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp347 miliar.
Kinerja impresif ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61 persen yoy menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi.
Hingga Maret 2026, Bank Jatim berhasil menyalurkan total kredit secara konsolidasi mencapai Rp109,22 triliun, tumbuh 40,85 persen yoy. Total aset perseroan juga tumbuh 38,85 persen YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59 persen YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


