Poin Penting
- CGS memproyeksikan IHSG bergerak melemah dengan support 6.000-6.065 dan resistance 6.195-6.260
- Pelemahan rupiah, aksi jual asing, dan rebalancing MSCI menjadi sentimen negatif pasar
- CGS merekomendasikan saham CPIN, PGAS, TLKM, WIIM, EMAS, dan INTP.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (29/5) akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.000-6.065 dan resistance 6.195-6.260,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 29 Mei 2026.
Analis CGS menilai terdapat sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini. Pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut, aksi jual investor asing, serta rebalancing indeks MSCI diperkirakan menjadi katalis negatif bagi IHSG.
Baca juga: FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia, Ini Daftarnya
Sementara itu, analis CGS melihat penguatan indeks di bursa Wall Street seiring harapan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, penundaan pemberlakuan penuh peran Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), serta kenaikan sejumlah harga komoditas berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Baca juga: BEI Catat Jumlah Saham Syariah Melonjak 184 Persen, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar
Ada juga saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Sementara diketahui, pada perdagangan Selasa lalu (26/5) IHSG ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke posisi 6.130,19 atau turun 1,23 persen dari level 6.206,34. (*)
Editor: Galih Pratama


