Jakarta–Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA) menargetkan akan menyediakan 50.000 EDC Link hingga akhir tahun 2017. EDC yang sudah beroperasi diharapkan dapat meningkatan produktivitas EDC, serta volume transaksi yang juga mengalami kenaikan.
“Hingga akhir tahun menargetkan akan menyediakan 50.000 EDC Link yang sudah beroperasi dengan sinergitas seluruh bank Himbara” ungkap Ketua HIMBARA, Maryono di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa 20 Juni 2017.
Ia menambahkan, konsolidasi infrastruktur EDC diperkirakan bisa menghemat biaya investasi HIMBARA. Nantinya penggunaan EDC ini akan dapat digunakan oleh empat bank BUMN.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, selain pengadaan EDC Link, HIMBARA juga gandeng PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) agar beroperasi mengambil alih seluruh transaksi ATM Link HIMBARA dan EDC Link. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Kita lihat 2 tahun terakhir kita siapkan integrasi dengan total ATM seluruh Himbara 61.210 unit dan saat ini sudah ada seluruh ATM. Dan yang miliki dual screen di 15.000 atm menampilkan menu ATM Link yang akan dikelola JPN,” ungkap Kartika.
Ia menambahkan, kerja sama antara Himbara dan JPN akan lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran belanja Bank Himbara setiap tahunnya.
“Tentu akan lebih efisien pembelian ATM baru kedepanya dan selanjutnya paling besar biaya perawatan setiap ATM, jadi kami sedang hitung biaya operational expenditure (opex)-nya,” tutur Kartika.
Kartika mengungkapkan, untuk setiap tahun perseroan membeli ATM 2 ribu sampai 3 ribu unit ATM dengan harga USD7 ribu. Menurut Kartika, dengan menurunnya biaya belanja dan perawatan dari mesin ATM, maka nantinya perseroan dapat memangkas biaya-biaya transfer yang saat ini dikenakan oleh nasabah. (*)
Editor: Paulus Yoga




