Poin Penting
- KEK Industropolis Batang memperkuat kawasan industri hijau berbasis ESG dan kolaborasi Pentahelix
- KEK Industropolis Batang menerapkan konsep Green Industrial Park dengan melarang penggunaan air tanah bagi tenant
- Program “Industropolis Bright” difokuskan untuk memperkuat pendidikan, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus memperkuat posisinya sebagai kawasan industri hijau berbasis keberlanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengembangan kawasan dan strategi bisnis jangka panjang.
Melalui pendekatan kolaboratif bertajuk Pentahelix Collaboration: Building a Resilient and Sustainable Future, KEK Industropolis Batang mendorong sinergi antara sektor industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat guna membangun ekosistem kawasan yang inklusif, adaptif, serta berdaya saing global.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki mengatakan, pengembangan kawasan industri saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemerintah Siapkan KEK Kura Kura Bali jadi Pusat Keuangan Internasional
Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting dalam membangun kawasan industri yang tangguh menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika global.
“Kolaborasi antara industri, pemerintah, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem kawasan yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan secara inklusif,” ujar Burhan dikutip 26 Mei 2026.
Di sisi lingkungan, KEK Industropolis Batang memperkuat implementasi konsep Green Industrial Park melalui sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya ialah larangan penggunaan air tanah bagi seluruh tenant industri di kawasan tersebut.
Kebijakan itu mendorong optimalisasi penggunaan air permukaan serta penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu guna menjaga keberlanjutan sumber daya alam dalam jangka panjang.
Sementara Direktur Utama KEK Industropolis Batang, AA Putu Ngurah Wirawan menegaskan, pertumbuhan industri harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan.
Karena itu, perusahaan menerapkan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) untuk memperkuat desa-desa penyangga agar lebih mandiri secara ekonomi maupun sosial.
“Melalui program makro ‘Industropolis Bright’ yang mencakup pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi UMKM, kesehatan, hingga lingkungan, kami ingin memastikan masyarakat lokal menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari perkembangan industri di kawasan ini,” tegas Putu.
Baca juga: Bos OJK: KEK Keuangan di Bali Jadi Magnet Investasi Global
Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang KEK Industropolis Batang dalam membangun kawasan industri modern yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Atas inisiatif tersebut, KEK Industropolis Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor kawasan industri yang berkelanjutan. Dalam ajang TOP CSR Awards 2026, KEK Industropolis Batang sukses memboyong empat penghargaan tertinggi sekaligus. (*)

