Poin Penting
- PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi (JPEN) untuk penguatan layanan listrik dan pengembangan EBT di KEK Industropolis Batang.
- JPEN menyiapkan blueprint energi terintegrasi, termasuk listrik 24 jam dan pengembangan EBT hingga 180 MW
- KEK Industropolis Batang menjadi etalase investasi Jawa Tengah, mendukung target bauran energi terbarukan 22 persen.
Jakarta – PT Kawasan Industri Terpadu Batang selaku pengelola KEK Industropolis Batang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN).
Kerja sama tersebut dalam rangka penguatan layanan catudaya (Reliability and Quality Power) serta pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di kawasan industri strategis nasional tersebut.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, A.A. Putu Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa penguatan sektor energi merupakan fondasi utama dalam membangun kawasan industri modern dan berkelanjutan.
“Kawasan industri tidak bisa hanya bergantung pada penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber recurring income. Kehadiran JPEN melengkapi kesiapan infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang,” jelasnya dikutip 27 Februari 2026.
Baca juga: Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China
Ia menambahkan, penguatan sektor energi ini merupakan bagian dari strategi kawasan dalam menghadirkan kepastian operasional, efisiensi biaya jangka panjang, serta standar industri berkelanjutan bagi investor nasional maupun global.
Sementara Direktur Utama JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi strategis antara BUMD energi dan kawasan industri nasional.
“Kami menyambut kerja sama ini dengan optimisme. JPEN akan menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, termasuk penyediaan listrik 24 jam,” jelasnya.
Ke depan, lanjutnya, pihaknya juga merencanakan pengembangan investasi EBT hingga 180 MW berbasis energi baru terbarukan, yang bersumber dari pembangkit tenaga surya (solar panel), tenaga bayu (angin), serta potensi energi gelombang laut.
Menurutnya, diversifikasi sumber energi terbarukan tersebut akan memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah menuju standar premium industrial estate yang berorientasi pada keberlanjutan.
Baca juga: Lewat Industropolis Festival, KEK Batang Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Selanjutnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi Provinsi Jawa Tengah sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. Investor hari ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi garda terdepan implementasinya,” tegasnya. (*)










