Poin Penting
- Mirae Asset Sekuritas menilai momentum IHSG mulai membaik, dengan reli indeks semakin merata dan ditopang saham AMMN, BRMS, BBCA, serta BBRI
- Risiko eksternal masih membayangi pasar, terutama kenaikan global yields, volatilitas yen, dan potensi unwind carry trade
- RAPBN 2027 dinilai menandai perubahan strategi fiskal, dari ekspansi program menuju optimalisasi anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat momentum pasar saham domestik mulai membaik, di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, kualitas reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mulai membaik karena kenaikan indeks tidak lagi terkonsentrasi pada satu saham.
Menurutnya, saham AMMN dan BRMS menjadi penopang utama seiring menguatnya harga emas, sementara BBCA dan BBRI turut mendorong indeks.
Baca juga: BEI Mau Ubah Batas Harga Minimum Saham jadi Rp1
“Momentum IHSG membaik, tetapi kenaikan global yields, volatilitas yen, dan potensi unwind carry trade tetap menjadi risiko eksternal utama,” ucap Rully dalam keterangan resmi di Jakarta, 21 Agustus 2026.
Di sisi lain, harga emas bertahan di sekitar USD4.500 per troy ounce, ditopang prospek penurunan real yields. Namun, risiko inflasi akibat kenaikan harga minyak masih menjadi perhatian.
Intervensi terhadap yen juga mendorong investor Jepang kembali meningkatkan aktivitas carry trade dan pembelian aset luar negeri.
Baca juga: Begini Prospek Saham BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI di Semester II 2026
Di tengah dinamika pasar tersebut, Mirae Asset Sekuritas menilai RAPBN 2027 menandai pergeseran strategi fiskal pemerintah, dari ekspansi program menuju optimalisasi anggaran.
Dengan ruang fiskal yang lebih terukur, tantangan pemerintah ke depan adalah memastikan setiap rupiah anggaran mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sebagai informasi, IHSG dalam lima hari perdagangan terakhir menguat 3,55 persen dan bergerak pada rentang 6.267 hingga 6.551. (*)
Editor: Galih Pratama


