Poin Penting:
- Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, telah mencapai sekitar tujuh hektare.
- Sebanyak 154 warga mengalami gejala ISPA akibat asap kebakaran, mayoritas merupakan ibu hamil dan balita.
- Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat.
Jakarta – Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah meluas hingga sekitar tujuh hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini mengoptimalkan pemadaman melalui operasi water bombing menggunakan dua helikopter.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, operasi penyiraman dari udara terus diperkuat untuk menekan kobaran api di puncak gunungan sampah. Langkah itu diharapkan mempercepat proses pemadaman.
“Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPU Jadariawaringin,” kata Djohan di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (2/7).
Baca juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 620 Warga Kehilangan Hunian
BNPB Perkuat Pemadaman di TPA Jatiwaringin
Djohan menjelaskan, operasi water bombing baru dimulai sehari sebelumnya sehingga efektivitasnya masih terus ditingkatkan. Durasi penyiraman sebelumnya juga baru berlangsung sekitar satu jam.
“Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, kita maksimalkan,” ujarnya.
Selain pemadaman dari udara, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka jalan terobos menuju titik api. Jalur tersebut disiapkan agar mobil pemadam dan selang dapat menjangkau area yang sulit diakses.
“Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk,” katanya.
BNPB telah mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran. Upaya itu juga diperkuat bantuan armada dari BPBD Kota Tangerang.
Kebakaran Melandai, Warga Diminta Menjauh
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyebut kondisi kebakaran mulai menunjukkan perbaikan. Sebaran asap di kawasan pembuangan sampah juga mulai menipis dibandingkan hari sebelumnya.
“Alhamdulillah sudah mulai mereda, sudah dilaksanakan dan saat ini masih tetap berjalan. Kami juga sudah coba hubungi Pemerintah Kota Tangerang supaya bisa membantu armada mobil Damkar,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi kebakaran. Proses pemadaman masih berlangsung menggunakan helikopter water bombing.
“Jadi, lokasi kebakaran ini tidak satu hamparan, tetapi per titik. Saat ini, yang terbakar kurang lebih mencapai tujuh hektare dan untuk masyarakat jangan mendekat, karena ini berbahaya,” kata dia.
Baca juga: Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang, BPBD Antisipasi Dampak Asap bagi Warga
Asap Sebabkan 154 Warga Terkena ISPA
Dampak kebakaran TPA Jatiwaringin mulai dirasakan warga sekitar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 orang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Yang sudah kita periksa sejak Selasa malam (30/6) lebih kurang 154 orang. Mayoritas itu penyakit ISPA,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi.
Mayoritas pasien merupakan ibu hamil dan balita. Satu ibu hamil bahkan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Ada satu kasus yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengerahkan 25 tenaga kesehatan dari tiga puskesmas. Selain itu, empat posko kesehatan dan satu pos siaga telah dibuka untuk melayani warga terdampak.
“Sudah membuka empat posko dan satu pos siaga. Empat posko itu tiga posko ada di Kecamatan Rajeg, kemudian satu poskonya ada di Kecamatan Sukadiri, kemudian pos siaganya ada di sini, di TPA Jatiwaringin, Mauk,” jelasnya.
Dinas Kesehatan juga menambah stok masker di puskesmas sebagai langkah antisipasi. Kewaspadaan ditingkatkan untuk menghadapi potensi meluasnya paparan asap.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat kebakaran. Keputusan tersebut diambil karena dampak asap telah mengganggu kesehatan masyarakat dan api masih berpotensi meluas.
BNPB juga menilai proses pemadaman menghadapi kendala akibat material sampah yang mudah terbakar, titik api yang berada di tumpukan tinggi, serta cuaca panas dan angin kencang.
Hingga kini, operasi pemadaman TPA Jatiwaringin terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. (*)
Editor: Galih Pratama


