Poin Penting
- KB Bank Syariah menahan laba bersih 2025 Rp12,21 miliar sebagai saldo laba untuk memperkuat modal dan ekspansi bisnis
- Perseroan fokus memperkuat bisnis syariah dan transformasi digital, dengan pembiayaan Islamic Enterprise mencapai Rp1,59 triliun pada 2025
- RUPST mengangkat kembali Mustafa Abubakar dan Syamsul Anwar guna memperkuat tata kelola perusahaan.
Jakarta – PT Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp12,21 miliar sebagai saldo laba untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, baru-baru ini.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, serta Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik.
Direktur Utama KB Bank Syariah, A. Iwan Ch, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan ekosistem syariah, transformasi digital, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif.
Baca juga: RUPST KB Bank 2026 Resmi Ubah Direksi, Harryanto Pramono dan Rahmat Laksamana Bergabung
“Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif, kami terus fokus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan,” ujar Iwan, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 29 Juni 2026.
Ia bilang, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat, prudent, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Diketahui sepanjang 2025, KB Bank Syariah menjalankan strategi pertumbuhan yang selektif dan prudent dengan memprioritaskan pembiayaan pada sektor pendidikan, kesehatan, pembiayaan konsumer, dan penguatan ekosistem Islamic Enterprise.
Adapun, kinerja pembiayaan pada segmen Islamic Enterprise menunjukkan pertumbuhan solid. Hingga akhir 2025, nilai pembiayaan pada segmen ini mencapai Rp1,59 triliun, naik Rp259,61 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: KB Bank Fokus Perkuat Likuiditas Valas di Tengah Gejolak Rupiah
Dewan Pengawas Syariah
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Mustafa Abubakar sebagai Komisaris Utama Independen.
Selanjutnya, Syamsul Anwar ditetapkan kembali menjadi Anggota Dewan Pengawas Syariah sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah, yang efektif setelah berakhirnya masa jabatan Ikhwan Abidin.
“KB Bank Syariah optimistis penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, transformasi digital, serta pengembangan bisnis berbasis ekosistem akan semakin memperkuat posisi perseroan dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


