Poin Penting:
- Danantara membongkar dugaan fraud dan rekayasa laporan keuangan yang diduga terjadi di PT Pos Indonesia.
- Komisi VI DPR RI meminta kasus tersebut diusut tuntas sekaligus diikuti pembenahan tata kelola secara menyeluruh.
- PT Pos Indonesia diharapkan kembali menjadi BUMN yang sehat, profesional, dan mampu memperkuat sistem logistik nasional.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membongkar dugaan fraud atau kecurangan di PT Pos Indonesia (Persero).
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Komisi VI DPR RI yang meminta pembenahan tata kelola dilakukan secara menyeluruh agar perusahaan kembali sehat dan profesional.
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menegaskan dugaan penyimpangan tersebut harus diusut hingga tuntas.
Menurutnya, praktik yang merugikan perusahaan maupun negara tidak boleh dibiarkan.
“Apabila benar terdapat dugaan rekayasa laporan keuangan dan praktik fraud yang berlangsung dalam waktu lama maka kasus ini harus diusut hingga tuntas. Tidak boleh ada ruang bagi praktik yang merugikan perusahaan maupun negara,” ujar Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (8/7).
Baca juga: MUI Dorong Pembentukan Danantara Syariah untuk Perkuat Ekonomi Umat
Danantara Dinilai Perkuat Tata Kelola PT Pos
Rivqy mendukung langkah Danantara mengusut dugaan fraud karena PT Pos Indonesia merupakan salah satu tulang punggung layanan logistik nasional.
Perusahaan itu memiliki jaringan operasional yang menjangkau hingga pelosok Indonesia.
Menurutnya, PT Pos Indonesia memegang peran penting dalam distribusi barang, dokumen, layanan keuangan, hingga mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi digital.
Karena itu, aset strategis tersebut harus dijaga melalui tata kelola yang sehat.
“PT Pos Indonesia memiliki jaringan yang sangat luas dan aset strategis yang tidak dimiliki banyak perusahaan lain. Potensi itu harus dijaga melalui tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Baca juga: Danantara Merger Empat Asset Management BUMN ke Mandiri MI
Ia menilai langkah Danantara menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola badan usaha milik negara yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.
DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
Meski mendukung pengungkapan dugaan fraud, Rivqy meminta evaluasi terhadap PT Pos Indonesia dilakukan secara menyeluruh.
Tujuannya agar perusahaan kembali sehat, kompetitif, dan mampu menghadapi persaingan industri logistik.
Ia juga mengingatkan pembenahan tidak boleh berhenti pada proses hukum. Perusahaan harus mampu memulihkan kepercayaan publik melalui perbaikan tata kelola.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan PT Pos Indonesia bangkit menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Baca juga: DPR Akan Panggil Danantara Buntut Dugaan Fraud PT Pos Indonesia
Rivqy memastikan Komisi VI DPR RI akan terus mengawal proses pembenahan tata kelola PT Pos Indonesia maupun BUMN lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat fungsi pelayanan publik sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
“Momentum ini harus menjadi titik balik pembenahan PT Pos Indonesia. Dengan tata kelola yang baik, perusahaan akan semakin kuat menopang sistem logistik nasional, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Temuan Dugaan Rekayasa Keuangan
Sebelumnya, Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan kepemimpinan baru di PT Pos Indonesia.
Langkah itu dilakukan setelah Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama.
Selama tiga bulan terakhir, Danantara menugaskan Daud Joseph memimpin proses due diligence atau uji tuntas terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.
Hasil asesmen menunjukkan PT Pos Indonesia membutuhkan perubahan yang menyeluruh dan mendasar.
Baca juga: Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mundur Usai 3 Bulan Menjabat, Ada Apa?
Rohan mengungkapkan proses evaluasi menemukan persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Salah satu temuan yang mencuat ialah dugaan rekayasa laporan keuangan yang kini menjadi bagian dari proses pembenahan oleh Danantara.
Pembenahan yang dilakukan Danantara diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola PT Pos Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap BUMN strategis tersebut. (*)
Editor: Yulian Saputra


