Poin Penting
- Kapal Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep dan menewaskan lima penumpang.
- Tim SAR gabungan mengevakuasi 234 penumpang, dengan 229 orang selamat.
- Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi operator kapal setelah investigasi KNKT selesai.
Jakarta – Kebakaran kapal Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menelan korban jiwa. Tim SAR gabungan mengevakuasi 234 penumpang, dengan lima orang dinyatakan meninggal dunia hingga Senin (3/8/2026) dini hari.
Sebanyak 229 penumpang berhasil diselamatkan dari insiden yang melibatkan KMP Mutiara Sentosa II. Operasi evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah kapal penyelamat menuju Surabaya dan Sumenep.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit PH, mengatakan 122 korban telah tiba di darat. Rinciannya, 113 orang melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan 9 orang melalui Pelabuhan Kalianget.
Baca juga: Kapal Pertamina Pride Akhirnya Lintasi Selat Hormuz Usai Tertahan 4 Bulan
Evakuasi Korban Selamat Kapal Mutiara Sentosa II
Nanang menyebut 111 korban selamat lebih dulu diturunkan dari KM Meratus Pematang Siantar. Mereka kemudian dibawa ke Terminal Gapura Surya Nusantara untuk pendataan.
Setelah pendataan, seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan. Korban yang membutuhkan penanganan lanjutan dirujuk ke rumah sakit.
Di Pelabuhan Kalianget, empat korban dibawa ke RS Garam Sumenep. Lima korban lainnya melanjutkan perjalanan ke Surabaya setelah didata petugas.
Baca juga: Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, Ini Alasannya
Nanang menegaskan angka korban berasal dari konfirmasi seluruh kapal yang terlibat operasi penyelamatan. Hingga Senin dini hari, total korban tercatat 234 orang.
Masih ada tiga kapal yang membawa korban menuju Surabaya. Ketiga kapal itu ialah KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363.
Menhub Evaluasi Operator Kapal Mutiara Sentosa II
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan mengevaluasi operator Kapal Mutiara Sentosa II. Evaluasi dilakukan setelah KNKT menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran.
Menurut Dudy, kapal tersebut dilaporkan pernah mengalami kebakaran sebelumnya. Pemerintah ingin menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk perbaikan keselamatan pelayaran.
“Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi ‘lesson learned‘ buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” katanya, dikutip Antara.
Beda Data Manifes Kapal Mutiara Sentosa II
Selain investigasi, Kementerian Perhubungan memprioritaskan pencocokan manifes penumpang. Langkah ini penting karena masih ada kapal penyelamat yang belum tiba di Tanjung Perak.
Dudy menjelaskan perbedaan data manifes dan kondisi lapangan bisa terjadi karena pembatalan perjalanan yang tidak diperbarui. Petugas juga menemukan lima anak belum tercatat dalam manifes.
Baca juga: Laut Merah Memanas, Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial
Pencatatan seluruh penumpang dinilai penting untuk menjamin hak korban saat kecelakaan. Data yang akurat juga memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung anak.
Proses pencocokan manifes masih berlangsung hingga seluruh penumpang teridentifikasi. Pemerintah menyatakan evaluasi menyeluruh atas insiden Kapal Mutiara Sentosa akan dilakukan setelah investigasi KNKT selesai. (*)
Editor: Yulian Saputra


